Batam Raya
Beranda / Batam Raya / Walau Bencana Banjir Sumatera, Amsakar Jamin Pasokan Pangan Batam Aman

Walau Bencana Banjir Sumatera, Amsakar Jamin Pasokan Pangan Batam Aman

Walikota Batam yang juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

Pemerintah Kota Batam menjamin stok sembako hingga akhir tahun aman, meskipun ada potensi kerawanan harga pada komoditas cabai dan telur akibat bencana di Sumatra. Warga diimbau waspada banjir rob.

TERASBATAM.IDPemerintah Kota Batam memastikan ketersediaan kebutuhan pokok (sembako) menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) tetap aman, meskipun pasokan beberapa komoditas sempat terancam oleh bencana banjir yang melanda tiga provinsi di Sumatra.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan jaminan ini usai memimpin Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam bersama berbagai pemangku kepentingan, Rabu (3/12/2025).

“Paparan dari dinas teknis, dinas perindustrian perdagangan didampingi oleh dinas ketahanan pangan, rekan-rekan distributor, dan Bulog, pada intinya stok sembako kita sampai akhir tahun insyaallah aman,” ujar Amsakar.

LPG dan Komoditas Rawan

Menurut Amsakar, kendati stok utama aman, terdapat dua komoditas pangan yang dianggap sedikit rawan dan berpotensi memengaruhi harga: cabai dan telur. Pasokan kedua komoditas ini dominan berasal dari provinsi yang sedang menghadapi bencana.

97.997 KK di Batam Terdaftar Perlinsos Jelang Penutupan Hari Ini

Langkah antisipasi telah diambil, yakni dengan mendatangkan pasokan cabai dari Lombok dalam volume yang lebih besar. Selain itu, masa panen petani lokal di Batam pada Desember ini juga diperkirakan dapat menambah suplai, sehingga harga dapat menuju titik keseimbangan (ekuilibrium).

Selain pangan, kerawanan lain adalah ketersediaan LPG 3 kg. Amsakar menyebut pihaknya telah menyurati Pertamina untuk meminta penambahan kuota sebesar 2.770 Kiloliter (kL).

Waspada Potensi Banjir Rob

Amsakar juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap dampak cuaca, terutama potensi banjir rob. Banjir rob merupakan kombinasi dari tingginya air pasang laut dan curah hujan yang tinggi.

“Ini bisa dilakukan dengan melakukan gerakan bersama warga. Kita seiringkan dengan penanggulangan sampah sehingga saluran-saluran kita, drainase kita itu bersih,” jelas Amsakar.

Sementara itu, berdasarkan paparan dari BMKG, Batam tidak termasuk dalam zona rawan bencana cuaca ekstrem lain.

Warga Baloi Ancam Jerat Hukum Pembuang Sampah Sembarangan

Dalam rapat yang sama, dibahas pula kesiapan pengamanan Nataru, di mana jajaran Polresta Batam dilaporkan sudah sangat siap.

Di sisi transportasi, Amsakar menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk melakukan pengecekan ketat terhadap kelaikan kendaraan (kir) angkutan umum yang melayani warga, mengingat adanya estimasi kenaikan penumpang pesawat dari rata-rata 10.000–11.000 menjadi 12.000 hingga 13.000 orang per hari menjelang Nataru.

Rapat juga membahas rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Batam, yang puncaknya pada 18 dan 19 Desember 2025, termasuk upacara, paripurna, hingga penarikan undian yang tertunda.

[kang ajank nurdin]

Target Pajak Daerah Batam Naik Rp151 Miliar