Featured
Beranda / Featured / Bhinneka, Memikat Turis Jiran dengan Kehangatan Nasi Bakul

Bhinneka, Memikat Turis Jiran dengan Kehangatan Nasi Bakul

TERASBATAM.ID — Gerbang pariwisata Batam kembali bergeliat seiring mengalirnya arus wisatawan dari negara tetangga pada libur akhir pekan panjang (long weekend), akhir Mei ini. Uniknya, daya tarik Batam tidak lagi sekadar belanja barang bebas cukai atau wisata resor, melainkan petualangan lidah mencicipi cita rasa otentik Nusantara.

Fenomena ini terekam jelas di Bhinneka Indonesian Resto & Cafe yang terletak di Kompleks Limindo Trade Center 2, Batam Center, Sabtu (30/5/2026). Sejak siang hingga malam, restoran yang menyajikan kuliner tradisional ini padat oleh rombongan turis asal Singapura dan Malaysia.

Seluruh meja di lantai satu hingga lantai tiga riuh oleh percakapan dalam logat Melayu dan Inggris khas Temasek. Pihak pengelola menyebutkan bahwa hampir seluruh kapasitas kursi telah habis dipesan (reserved) jauh-jauh hari untuk mengantisipasi lonjakan libur akhir pekan ini.

“Mereka selalu datang berombongan, minimal empat orang atau lebih. Khusus akhir pekan seperti sekarang, area restoran memang didominasi turis Singapura dan Malaysia,” ujar supervisor restoran, seorang perempuan yang enggan disebut namanya, saat ditemui di sela-selya kesibukannya melayani tamu.

Menurut dia, situasi ini membuat peta kunjungan pelanggan terbagi secara alami. Warga lokal Batam umumnya lebih memilih datang pada hari kerja (weekday) demi menghindari antrean dan memastikan ketersediaan tempat.

TNI AU Gelar Simulasi “Force Down” di Batam

Diplomasi Kuliner “Sharing”

Ada satu menu yang menjadi primadona mutlak dan hampir selalu tersaji di setiap meja bundar: nasi bakul. Nasi khas Indonesia yang disajikan di dalam wadah anyaman bambu (bakul) ini tidak hanya memikat karena bumbu rempahnya yang kaya, tetapi juga karena filosofi penyajiannya.

“Menu favorit mereka itu nasi bakul. Konsep makannya sharing atau bersama-sama. Ini menarik bagi mereka, baik generasi milenial maupun orang tua, karena menciptakan suasana kebersamaan yang hangat,” tambah sang supervisor.

Konsep sharing inilah yang dicari oleh Goh, seorang wisatawan asal Singapura. Begitu turun dari kapal feri di Pelabuhan Batam Centre bersama pasangannya, Goh tidak mampir ke hotel terlebih dahulu, melainkan langsung mengarahkan tujuannya ke restoran ini.

“Setiap kali saya ke Batam, saya selalu menyempatkan diri makan di sini. Saya rindu dan ingin selalu merasakan kembali kehangatan nasi bakulnya,” ujar Goh sembari tersenyum.

10 Unit X-Ray Perkuat Deteksi Dini TBC di Kepri

Validasi Dunia Maya

Antusiasme riil di lantai restoran ini ternyata berbanding lurus dengan reputasinya di jagat digital. Berdasarkan data dari platform ulasan perjalanan global, Tripadvisor, Bhinneka Indonesian Resto & Cafe menempati peringkat kedua dari 142 restoran di kawasan Batam Center.

Bukan angka yang main-main, restoran ini mengantongi rating nyaris sempurna, yaitu 4,9 dari skala 5,0, yang disaring dari 374 ulasan sukarela penggunanya. Lebih dari 350 pengulas menyematkan predikat “Excellent” (Sangat Bagus).

Di kolom komentar, para pelancong mancanegara memuji porsi makanan yang royal, rasa nasi yang kaya rempah, hingga menu pendamping seperti sate kambing kuah kacang dan bakwan udang yang renyah. Keramahan staf restoran dalam menjembatani kendala bahasa (language barrier) juga menjadi poin plus yang membuat turis asing merasa dihargai.

“Makanannya sangat enak, bumbunya menyatu dengan baik. Sangat merekomendasikan nasi bakul untuk dimakan bersama teman atau keluarga,” tulis salah satu pengguna Tripadvisor dalam ulasannya baru-baru ini.

Perkuat Hilirisasi Timah, STANIA Gandeng Perusahaan Asal Singapura

Fenomena Resto Bhinneka memberikan gambaran kecil bagaimana kuliner tradisional mampu menjadi ujung tombak pariwisata perbatasan. Lewat sebakul nasi, Batam tidak hanya menawarkan tempat singgah, tetapi juga ruang di mana rasa berpadu dan sekat antarnegara meluruh di atas meja makan.

Soal harga di resto dan cafe ini dimulai dari Rp 50.000 hingga Rp 175.000, harga termahal ini ditempati oleh Ikan Salmon Lodeh, sepotong bagian ikan salmon yang disajikan bersama dengan sayur lodeh yang ringan.