TERASBATAM.ID — Semangat Pancasila sebagai pemersatu bangsa sekaligus fondasi perdamaian dunia mengemuka dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Kota Batam. Polresta Barelang menggelar upacara di Mapolresta, sementara Pemerintah Kota Batam mengadakan upacara tingkat kota di Lapangan Engku Putri, Batam Center.
Upacara di Polresta Barelang berlangsung pukul 07.00 WIB, dipimpin Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus selaku Inspektur Upacara mewakili Kapolresta Kombes Pol Anggoro Wicaksono. Seluruh personel Polresta Barelang mengikuti rangkaian pengibaran bendera, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, dan pembacaan pembukaan UUD 1945.
Dalam amanat yang dibacakan AKBP Fadli Agus, Kapolresta Anggoro Wicaksono menegaskan peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan. “Pancasila adalah bintang penuntun sekaligus jangkar moral bangsa di tengah tantangan global, dari perkembangan teknologi hingga dinamika geopolitik,” ujarnya.
Kapolresta juga menyoroti peran Indonesia dalam misi perdamaian dunia sebagai implementasi nyata sila kedua Pancasila. “Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” tegasnya.
Upacara tingkat Kota Batam yang dimulai pukul 07.30 WIB dipimpin Plh Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. Hadir Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono bersama unsur Forkopimda, pejabat instansi vertikal, serta perwakilan TNI-Polri.
Li Claudia Chandra dalam amanatnya mengajak generasi muda menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam setiap tindakan. “Nilai-nilai Pancasila jangan hanya menjadi simbol atau slogan, tetapi diwujudkan melalui sikap toleransi, gotong royong, persatuan, dan kepedulian sosial,” katanya.
Tema peringatan tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, menjadi benang merah kedua upacara tersebut. Tema itu menegaskan relevansi Pancasila tidak hanya untuk menjaga persatuan Indonesia yang majemuk, tetapi juga sebagai landasan perdamaian global.
Kedua rangkaian upacara berlangsung aman, tertib, dan kondusif. (*)


