TERASBATAM.ID: Kepolisian Republik Indonesia menyerahkan 153 warga negara China pelaku tindak pidana love scamming dan penipuan online kepada Ministry of Public Security of Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (20/09/2023). Sebanyak 300 polisi dari China mengawal keberangkatan para pelaku kembali ke negaranya dengan tiga pesawat jenis Airbus A330 tujuan Beijing dan Jinan, China.
Kapolda Kepri Irjen Pol Tabana Bangun mengatakan, bahwa keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras Ditreskrimsus Polda Kepri, Divhubinter Polri, dan Ministry of Public Security of Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang bergandeng tangan dalam sebuah joint operation.
Operasi ini dipimpin oleh Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes. Pol. Nasriadi, S.H., S.I.K., M.H., serta Kabag Jatinter Divhubinter Polri Kombes. Pol. Audie S. Latuheru, S.I.K., M.Si.
Penangkapan para Warga Negara Asing (WNA) di Batam ini berlangsung dalam dua tahap. Yang pertama terjadi pada 29 Agustus 2023 di kawasan industri Cammo, dimana 90 (sembilan puluh) Warga Negara Asing (WNA) Republik Rakyat Tiongkok berhasil diamankan. 85 (delapan puluh lima) di antaranya adalah laki-laki dan 5 (lima) orang perempuan.
“Penangkapan kedua yang berlangsung pada 5 September 2023 di Belakang Padang melibatkan 42 (empat puluh dua) Warga Negara Asing (WNA) Republik Rakyat Tiongkok, dengan rincian 34 (tiga puluh empat) orang adalah laki-laki dan 8 (delapan) orang adalah perempuan.” Jelas Tabana.
Selanjutnya, Kadivhubinter Mabes Polri Irjen. Pol. Krishna Murti, menjelaskan adapun total tersangka yang berhasil diamankan oleh Polri terkait kasus love scamming berjumlah 153 (Seratus lima puluh tiga) orang di 2 (dua) lokasi yaitu Kota Batam dan Singkawang, seluruhnya berasal dari negara asing, diantaranya warga negara China, Vietnam dan negara lain. Dimana total tersangka yang berhasil diamankan di wilayah Batam, Kepulauan Riau berjumlah 132 (seratus tiga puluh dua) orang dan sebanyak 21 (dua puluh satu) orang tersangka lain diamakan di wilayah hukum Polda Kalimantan Barat.
“Walaupun tidak ditemukan adanya korban yang berasal dari negara Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia tetap tidak akan pernah membiarkan wilayahnya digunakan untuk melakukan tindak kejahatan. Maka dari itu mengapa dilakukan penegakkan hukum pada kasus ini di wilayah hukum Polda Kepulauan Riau untuk menunjukkan bahwasanya Indonesia adalah negara yang tidak aman untuk pelaku tindak pidana criminal,” kata Krishna.
Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penandatangan serah terima berita acara serah terima 153 (seratus lima puluh tiga) tersangka Warga Negara Asing (WNA) dari Imigrasi kepada Ministry of Public Security of Republik Rakyat Tiongkok (RRT) disaksikan oleh Kadivhubinter Mabes Polri Irjen. Pol. Krishna Murti, S.I.K., M.Si., M.M., Kapolda Kepri Irjen. Pol. Drs. Tabana Bangun, M.Si.
Krishna menegaskan Tindak pidana love scamming atau penipuan online merupakan kejahatan serius yang merugikan banyak pihak.
“Dengan serah terima ini, para pelaku dan barang bukti yang telah diamankan akan kembali ke negara China untuk dihadapkan pada proses hukum yang berlaku di sana,” kata Krina
Berdasarkan data Flight Radar, tiga jenis pesawat Airbus 330 milik China Southern Airlines dengan nomor penerbangan CZ5092 tujuan Beijing diberangkat pukul 16.06, selanjutnya ke Beijing pukul 16.06, selanjutnya CZ5242 tujuan Jinan dengan airbus A321 dan terakhir CZ5094 tujuan Beijing dengan jenis pesawat A330.
Sebanyak 300 orang personel kepolisian dari China turut mengawal dan mengantar para pelaku ke negaranya, banyaknya jumlah personel kepolisian itu dengan perbandingan dua orang polisi mengawal seorang pelaku.