Berita
Beranda / Berita / Terlantar di Kamboja, Sejumlah Warga Batam Butuh Pertolongan

Terlantar di Kamboja, Sejumlah Warga Batam Butuh Pertolongan

Muhammad Sahrizal (28) (kiri depan) dan rekan-rekannya sesama warga Batam di tempat penampungan Kamboja menantikan bantuan proses kepulangan ke Indonesia. (Foto: Istimewa)

TERASBATAM.IDKasus penanganan sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Batam yang tertahan di Kamboja terus bergulir. Sejumlah WNI yang berada di penampungan kawasan Pochentong, dekat Bandara Internasional Phnom Penh, Kamboja, mengeluhkan kondisi mereka yang kehabisan biaya tiket untuk pulang ke Indonesia dan meminta perhatian pemerintah kota Batam.

 

Melalui pesan singkat yang dikirimkan kepada terasbatam.id, salah satu perwakilan korban menyampaikan bahwa pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat menyarankan agar mereka berkoordinasi dengan pemerintah daerah di Batam untuk memfasilitasi proses kepulangan. Salah satu korban yang teridentifikasi dari dokumen pengaduan KBRI Phnom Penh serta kartu identitas (KTP) adalah Muhammad Sahrizal (28), warga Kampung Bukit, Tanjung Riau, Sekupang, Batam.

 

Dalam lembar pengaduannya ke KBRI, Sahrizal menceritakan kronologi keberadaannya di Kamboja sejak Mei 2024 untuk bekerja sebagai admin pemasaran. Namun, setelah habis masa kontrak kerja, perpanjangan visanya tidak diurus oleh pihak pengelola (agency). Saat berniat pulang, ia beserta rekan-rekannya justru diantar ke lokasi yang tidak sesuai tujuan hingga akhirnya memilih melarikan diri dan mengamankan diri ke KBRI Phnom Penh pada Juni 2025.

TNI AU Gelar Simulasi “Force Down” di Batam

 

Menanggapi informasi beredarnya video dan pengaduan warga Batam di Kamboja tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyatakan telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI serta Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kepulauan Riau.

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menegaskan pentingnya ketersediaan data kependudukan dan keimigrasian yang valid dari para korban guna mempermudah proses pelacakan dan verifikasi status di luar negeri.

 

10 Unit X-Ray Perkuat Deteksi Dini TBC di Kepri

“Sudah kami koordinasikan dengan BP2MI Kepri dan Kemlu RI. Kedua lembaga negara tersebut menyampaikan bahwa jika tidak ada data lengkap warga yang dimaksud, akan sulit untuk melacak dan memastikan kebenaran terkait status keimigrasian mereka,” ujar Rudi, Jumat (11/09/2026) seperti dikutip dari www.mediacenter.batam.go.id

 

Pemko Batam mengimbau pihak keluarga yang mengetahui keberadaan anggota keluarganya di Kamboja agar segera membawa dokumen pendukung (KTP/Paspor) ke Kantor Wali Kota Batam atau Dinas Kominfo Batam. Data tersebut akan langsung diteruskan ke instansi berwenang guna mempercepat proses verifikasi serta pemulangan.

 

Perkuat Hilirisasi Timah, STANIA Gandeng Perusahaan Asal Singapura