TERASBATAM.ID — Otoritas penegak hukum di Batam menahan seorang warga negara Singapura berinisial WSB (21) setelah kedapatan menyelundupkan puluhan cairan rokok elektrik (vape) terlarang. Barang haram tersebut disembunyikan tersangka di area selangkangan saat masuk melalui pelabuhan internasional.
Tersangka diamankan oleh petugas Bea Cukai Batam begitu mendarat dari Pelabuhan HarbourFront Singapura menggunakan kapal feri terakhir pukul 22.00 WIB di Terminal Feri Internasional Harbour Bay, Batuampar, Batam, pada Kamis (3/9/2026).
Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Batam, Lucky Tamo, menjelaskan penangkapan berawal dari kecurigaan petugas yang melakukan pemantauan rutin (profiling) terhadap gestur tersangka yang tampak canggung saat berjalan.
“Ketika kami melakukan pemeriksaan lebih lanjut, kami menemukan barang yang disembunyikan di area selangkangan yang bersangkutan,” ujar Lucky saat konferensi pers pemusnahan barang bukti narkotika di Mapolresta Barelang, Kamis (17/9/2026).
Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Setiawan Rosyidi, mengonfirmasi bahwa barang bukti yang disita berjumlah 40 unit vape yang diduga kuat mengandung zat etomidate. Modus yang digunakan adalah body strapping dengan mengikatkan puluhan kemasan cairan tersebut di area sensitif tersangka.
WSB berhasil lolos dari pengawasan ketat aparat keamanan di Pelabuhan HarbourFront Centre Singapura, di tengah masifnya kampanye dan komitmen pemerintah negara tetangga tersebut dalam melarang peredaran vape.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Arsyad Riyandi, mengungkapkan bahwa vape yang disita dari WSB sudah tidak berada dalam kemasan utuh dan siap pakai. Kepada penyidik, WSB mengaku membawa barang tersebut untuk dikonsumsi sendiri selama berlibur di Batam.
“Meski diakui untuk konsumsi sendiri, kami masih terus mendalaminya, termasuk menelusuri asal-usul barang dan kemungkinan keterkaitannya dengan jaringan narkotika internasional,” tegas Arsyad. Ia menegaskan seluruh pelaku tindak pidana narkotika—baik WNA maupun WNI—akan diproses hukum tanpa pengecualian.
Lolosnya WSB dari pintu keluar Singapura memicu pertanyaan terkait celah pengawasan di perbatasan. Padahal, Pemerintah Singapura di bawah Perdana Menteri Lawrence Wong tengah gencar menindak rokok elektrik, khususnya jenis k-pods yang mengandung etomidate, menyusul kebijakan tegas yang disampaikan dalam National Day Rally 2025.
Saat ini WSB mendekam di sel tahanan Mapolresta Barelang. Ia merupakan satu dari 15 tersangka dari 14 kasus narkoba yang diungkap dalam sebulan terakhir. Dalam kegiatan tersebut, kepolisian memusnahkan berbagai barang bukti mulai dari ganja, ekstasi, sabu, hingga ratusan cartridge vape ilegal dengan total nilai ekonomi mencapai Rp540 juta.


