TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam resmi membuka layanan bus Trans Batam koridor 7 dengan rute Batam Center–Bandara Hang Nadim–Nongsa mulai Kamis, 2 Juli 2026. Pembukaan jalur baru Bus Rapid Transit (BRT) ini merupakan bagian dari langkah memperkuat integrasi antarmoda serta memberikan alternatif transportasi publik yang terjangkau bagi masyarakat.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Batam Yusfa Hendri menjelaskan, kehadiran Trans Batam di kawasan bandara ditujukan untuk mewujudkan interkoneksi transportasi laut, darat, dan udara di Batam. Dengan adanya rute ini, penumpang yang baru tiba di pelabuhan kini dapat langsung meneruskan perjalanan darat menggunakan bus menuju Bandara Hang Nadim.
Tarif yang diberlakukan untuk rute ini sebesar Rp 5.000 untuk penumpang umum dan Rp 2.500 bagi pelajar maupun anak-anak. Pengguna jasa dapat membeli tiket langsung melalui petugas di dalam bus atau di Transfer Point Batam Center yang terletak di depan Hotel Harris.
Yusfa menegaskan, pengoperasian BRT di bandara tidak bermaksud menggantikan moda transportasi yang sudah eksis sebelumnya, seperti taksi bandara maupun angkutan daring.
“Semua moda transportasi memiliki pasarnya masing-masing. Justru dengan bertambahnya pilihan akan tercipta kompetisi yang sehat sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ujar Yusfa, Senin (29/6/2026).
Pada tahap awal, bus akan beroperasi dengan jarak waktu keberangkatan (headway) sekitar 20 menit pada jam sibuk pagi hari, serta 30 menit pada siang hingga sore hari. Berbeda dengan angkutan konvensional, sistem operasional Trans Batam dilarang mengetem atau menunggu penumpang di halte. Operator dibayar berdasarkan jarak tempuh sehingga armada dipastikan berjalan konsisten sesuai jadwal yang ditetapkan.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB) Anang Setia Budhi menyambut positif kehadiran armada Trans Batam. Layanan baru ini dinilai akan mendongkrak kualitas pelayanan sekaligus memberikan kemudahan aksesibilitas bagi para pengguna jasa bandara.
Dukungan serupa disampaikan Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Donny Tondanu. Menurut Donny, jalur integrasi menuju bandara ini adalah instrumen penting dalam membangun sistem transportasi massal masa depan di Batam. Namun, ia mengingatkan agar aspek keamanan, kenyamanan, dan mutu pelayanan tetap diutamakan pengelola demi merangsang minat masyarakat beralih ke transportasi umum.
[kang ajank nurdin]


