Walikota Batam Legowo Travel Bubble Dengan Singapura Ditunda

  • Bagikan
Walikota Batam Muhammad Rudi.

TerasBatam.id: Walikota Batam Muhammad Rudi legowo jika keputusan pemerintah pusat hanya menetapkan Lagoi di Bintan sebagai koridor travel dengan Singapura pada waktu dekat ini. Permintaan Singapura yang mengharuskan seluruh penduduk Batam divaksin tidak dapat dikerjakan dalam waktu singkat.

“Makanya saya ingin melaksanakan vaksinasi 100 persen penduduk Batam, Bintan didahulukan karena mereka tidak ada penduduknya, maksud saya yang di Lagoi itu tidak ada penduduk. Sementara Batam penduduknya 1,3 Juta, yang tervaksin baru sekitar 84 persen, masih ada 16 persen lagi,” kata Rudi menanggapi pernyataan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad yang menyatakan jika travel bubble dengan Singapura dijalankan baru dapat dilaksanakan di Bintan saja, sedangkan untuk Batam diputuskan berdasarkan evaluasi situasi Bintan nantinya.

Ketika Travel Koridor antara Bintan di Lagoi dan Batam di Kawasan Pariwisata Nongsa dengan Singapura diwacanakan sejak beberapa bulan lalu, menurut Rudi, Singapura mengajukan permintaan agar seluruh penduduk Kecamatan Nongsa divaksin.

“Singapore minta demikian (100 persen penduduk divaksin), untuk warga Nongsa di vaksin semua, saya bilang bisa, tetapi kalau seluruh kota Batam saya belum bisa jamin. Artinya kalau ini belum selesai maka agak ditunda bagi saya tidak masalah,” kata Rudi seusai membuka Musyawarah Kota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Hotel Swissbell Harbour Bay, Batam, Senin (11/10/2021).

Rudi mengatakan, dirinya telah menugaskan para asisten agar November 2021 ini target 100 persen vaksinasi atau sebesar 907.271 orang harus tercapai. Sejak satu bulan lalu seluruh Puskesmas di Batam ditargetkan sebanyak 500 orang setiap bulannya.

“sewaktu kita rapat sebulan lalu angka vaksinasi 79 persen sekarang sudah 84 persen, artinya ada peningkatan,” kata Rudi.

Rudi mengatakan, bagi dirinya jika travel bubble antara Batam dan Singapura ditunda tidak masalah, terpenting bagi dirinya ialah bagaimana 100 persen warga Batam harus tervaksin terlebih dahulu.

“karena ada satu hal yang perlu kita ingat, jika hari ini kita izinkan dibuka, ternyata orang luar yang masuk ke Batam ada yang covid, satu saja, isu ke Singapura nya bisa bablas dan meluruskannya sulit. Lebih baik susah sekarang, biar kita selesaikan dulu disini,” kata Rudi.

Sebelumnya Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menggelar konferensi pers untuk meluruskan pemberitaan sejumlah media di Singapura yang menyebutkan bahwa Travel Bubble antara Kepulauan Riau dan Singapura batal dilaksanakan pada Oktober 2021.

Konferensi pers yang digelar mendadak, Minggu (10/10/2021) malam itu merespon pernyataan Ansar yang dimuat oleh Kantor Berita Antara pada 6 Oktober lalu soal ditundanya Travel Bubble dengan Singapura dipicu oleh tingginya Covid di Negara tetangga tersebut. Namun pernyataan Ansar Ahmad tersebut menimbulkan kehebohan setelah dimuat di sejumlah media ternama di Singapura, seperti Straits Times dan Channel News Asia (CNA).

Menurut Ansar Ahmad, Presiden Joko Widodo akan memutuskan soal travel bubble antara Kepri dan Singapura pada rapat Senin (11/10/2021).

“Mungkin sementara ini sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Perhubungan yang akan dibuka dulu Bintan Resort, jika dilihat pelaksanaannya bagus maka akan dilanjutkan dengan Nongsa Pura di Batam,” kata Ansar.

Singapura memutuskan menutup akses bagi kunjungan non esensial ke negara tersebut pada akhir Maret 2020, saat pandemi Covid-19 mulai merebak. Akibat tertutupnya akses antara kedua negara telah berdampak pada sektor ekonomi dan sosial.

  • Bagikan