Polemik Rempang Eco City: YLBHI-LBH Pekanbaru Kritik Klaim BP Batam

TERASBATAM.ID: Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI-LBH) Pekanbaru mengkritik pernyataan BP Batam yang menyebut hanya sebagian kecil masyarakat Rempang menolak Rempang Eco City. Direktur YLBHI-LBH Pekanbaru, Andri Alatas, menilai pernyataan tersebut merendahkan kegigihan masyarakat Rempang dalam memperjuangkan tanah kelahiran mereka.

“Pernyataan BP Batam menunjukkan betapa berambisinya mereka merebut tanah masyarakat untuk memuluskan proyek Rempang Eco City yang masih menyimpan segudang masalah,” tegas Andri yang dihubungi www.terasbatam.id, Jumat (21/06/2024).

Dia mempertanyakan klaim BP Batam yang menyebut aksi penolakan hanya diikuti 180 orang. “Bukankah hingga detik ini BP Batam tidak mampu menunjukkan kepada publik data detail warga terdampak, yang mendaftar, dan yang sudah dipindahkan ke hunian sementara?” tanya Andri.

Menurut Andri, pernyataan BP Batam menunjukkan ketidakmampuan mereka dalam menghitung, mengolah, dan menyajikan data.

Sementara itu, BP Batam melalui pernyataan persnya (19/6/2024) mengakui adanya sebagian kecil masyarakat Rempang yang masih menolak Rempang Eco City. Penolakan ini dilakukan melalui berbagai aksi di berbagai lokasi di Pulau Rempang.

Terbaru, aksi penolakan dilakukan di tengah kegiatan pawai takbir di Lapangan Sepak Bola Muhamad Musa, Kampung Sembulang, pada 16 Juni 2024.

BP Batam menegaskan komitmennya untuk merealisasikan Rempang Eco City. Pendekatan humanis terus dilakukan terhadap pihak-pihak yang menolak, dengan tujuan menjaga stabilitas keamanan di Kawasan Rempang.

Pengembangan Kawasan Rempang, kata BP Batam, akan melibatkan masyarakat setempat, tokoh masyarakat, serta organisasi-organisasi kemasyarakatan.

“Kami berharap, situasi kondusif di Rempang dapat terus terjaga, demi kelancaran investasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harap Kabiro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait.

Tuty, panggilan akrab pejabat BP Batam yang merintis kariernya di bagian Protokol dan Humas BP Batam sejak lebih dari 20 tahun lalu ini saat coba dihubungi www.terasbatam.id terkait pernyataan LBH Pekanbaru itu belum merespon hingga berita ini diturunkan. Pesan singkat yang dikirim melalui aplikasi whatsapp tidak mendapatkan tanggapan.