Pasien Covid-19 Kosong, Pemko Batam Akan Tutup Perawatan di Asrama Haji

  • Bagikan
Asrama Haji Batam.

TerasBatam.id: Masih ingat bagaimana pada bulan Mei 2021 lalu pasien Covid-19 yang dirawat di Asrama Haji Batam membludak ? pada bulan ini atau lima bulan setelahnya tidak ada satu pun pasien yang bergejala maupun non gelaja yang dirawat lagi disana. Pemko Batam akan menutup Asrama Haji sebagai tempat perawatan pasien Covid-19 atau Pusat Isolasi Pasien Covid-19, tenaga kesehatan (nakes) yang selama ini bertugas disana pun sudah membubarkan diri lebih awal.

Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad kepada www.terasbatam.id, Senin (18/10/2021) mengatakan, di Asrama Haji Batam saat ini tidak ada lagi pasien Covid-19 yang bergejala maupun tidak bergejala yang dirawat disana.

“sudah nol pasien, kita akan lihat dalam tiga atau empat hari kedepan apakah diteruskan atau ditutup,” kata Amsakar.

Menurut Amsakar, tenaga medis atau tenaga kesehatan yang selama ini bertugas disana juga sudah dikembalikan ke tempat mereka bertugas sebelumnya. Sebagian besar merupakan tenaga medis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah.

“Mereka sudah kembali berdinas ditempat sebelumnya. Tidak dibubarkan, tetapi ngapain juga mereka disana karena tidak ada lagi yang dirawat,” kata Amsakar.

Menurut Amsakar saat ini tim yang masih stand by ialah dari petugas Satuan Polisi Pamong Praja yang berfungsi untuk mengawasi tempat tersebut.

“Nakes tidak perlu lagi, karena siapa yang mau diajak senam mereka atau yang mau dikasih makan indomie oleh mereka, makanya kembali ke tempat sebelumnya,” kata Amsakar.

Sebelumnya saat penularan Covid-19 mencapai puncaknya di Batam pada Mei 2021 lalu dari kapasitas Asrama Haji sebanyak 900 tempat tidur telah terisi sebanyak 461, Pemko mengubah kapasitas perawatan dari 8 tempat tidur dalam satu ruangan menjadi 6 tempat tidur, sehingga yang tersisa hanya 50 tempat perawatan.

Amsakar melanjutkan, berdasarkan penilaian dari Tim Penilai Provinsi Kepulauan Riau pada seminggu lalu, Kota Batam telah berada di level satu yang diukur dari 6 parameter.

“PPKM Kota Batam saat ini sudah di level satu,” kata Amsakar.

Ada 6 parameter yang dijadikan penentu yaitu soal keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) Rumah Sakit, Positive Rate Covid, tingkat kematian, tranmisi, tracing dan treatment.

“dari enam parameter itu Kota Batam hasilnya sudah baik,” kata Amsakar.

  • Bagikan