TERASBATAM.ID – Ombudsman Republik Indonesia menyoroti kepadatan layanan di Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre dan meminta Imigrasi memperkuat kapasitas sarana, termasuk penambahan auto gate, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
Hal tersebut disampaikan Pimpinan Ombudsman RI, Nuzran Joher, usai melakukan pemantauan pelayanan keimigrasian di pelabuhan tersebut, Kamis (18/6).
Meski mengapresiasi berbagai terobosan digital yang telah dilakukan Imigrasi, Ombudsman menilai area pelayanan di Batam Centre semakin padat. Banyaknya tenant dan aktivitas komersial di dalam terminal berpotensi mengganggu kelancaran layanan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
“Rasanya cukup sempit jika melihat kapasitas penumpang yang terus meningkat. Banyak tenant yang memang bagian dari pelayanan publik, tetapi ketika akhir pekan atau masa ramai bisa menghambat proses pelayanan,” ujar Nuzran.
Ombudsman juga menyoroti antrean kapal di perairan Batam Centre yang kerap terjadi, menandakan perlunya sinkronisasi antara kapasitas pelabuhan, jadwal kapal, dan pelayanan keimigrasian.
Selain infrastruktur, Ombudsman mendorong Imigrasi membuka ruang konsultasi khusus bagi warga negara asing (WNA) serta meluncurkan program “Sahabat Imigrasi” untuk membantu pengawasan keberadaan WNA di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kantor Wilayah Imigrasi Kepulauan Riau menyatakan saat ini Batam Centre telah memiliki lima unit auto gate keberangkatan dan lima unit auto gate kedatangan. Target pemerintah adalah mewujudkan seluruh layanan pemeriksaan menggunakan sistem otomatis pada 2027.
“Dari sisi pelayanan lebih cepat, dari sisi keamanan kita sudah mengetahui siapa yang akan datang ke Indonesia, dan dari sisi penindakan kita bisa melakukan deteksi dini terhadap potensi pelanggaran,” ujar perwakilan Kanwil Imigrasi Kepri, Guntur Sahat Hamonagan.
Dengan sistem biometrik dan pemindaian wajah, proses verifikasi penumpang dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 20 detik.
Batam merupakan salah satu pintu masuk internasional tersibuk di Indonesia, terutama bagi wisatawan dari Singapura dan Malaysia.
[kang ajank nurdin]


