Batam Raya
Beranda » Berita » Meski Perang, Minat Umrah di Batam Tak Surut

Meski Perang, Minat Umrah di Batam Tak Surut

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batam, H. Syahbudi saat dilantik sebagai Kepala Kantor Kemenhaj Kota Batam.

TERASBATAM.ID – Di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah, minat masyarakat Batam untuk menunaikan ibadah umrah justru tidak menunjukkan penurunan. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batam, H. Syahbudi, mengungkapkan bahwa pemberangkatan jemaah hingga awal Maret 2026 masih berjalan normal.

“Jemaah tetap berangkat. Yang bermasalah itu mungkin jamaah yang transit di Dubai atau Qatar. Kalau kita dari Batam kan langsung ke Jeddah, jalurnya selatan, relatif aman,” ujar Syahbudi saat diwawancarai, Rabu (4/3/2026).

Menurut Syahbudi, hingga saat ini Kerajaan Arab Saudi tidak mengeluarkan larangan masuk bagi jemaah umrah. Visa tetap terbit, dan penerbangan langsung seperti Lion Air dari Batam ke Jeddah berjalan lancar.

“Kecuali yang transit di Oman, Qatar, atau Dubai, itu yang kadang delay. Tapi kalau langsung, aman,” tambahnya.

Syahbudi mencontohkan, salah satu travel umrah di Batam, Aulia Tour, akan memberangkatkan 24 jemaah pada Sabtu (7/3/2026) melalui rute Batam–Kuala Lumpur–Jeddah. Mereka direncanakan pulang pada 24 Maret 2026, atau setelah Lebaran.

Mahasiswa Datangi DPRD Batam, Soroti Kenaikan BBM hingga MBG

“Jemaah ini nekat? Bukan nekat, mereka punya dasar. Travel menunjukkan surat pernyataan dari Kementerian Haji Arab Saudi yang menyatakan situasi masih aman. Visa juga keluar semua,” tegasnya.

Syahbudi mengakui, data pasti jumlah jemaah umrah asal Batam saat ini tidak dapat dipantau secara detail karena adanya proses peralihan kewenangan dari Kemenag ke Kemenhaj. Namun, saat masih di Kemenag, ia mencatat angka yang fantastis.

“Dulu waktu masih di Kemenag, dalam setahun jemaah dari Batam bisa mencapai 10.000 orang. Yang melapor ke kita sekitar 6.000, yang mandiri (tidak melapor) bisa 4.000,” paparnya.

Saat ini, travel berizin resmi di Batam tercatat 12 travel berkantor pusat dan hampir 50 travel cabang. Namun, yang aktif memberangkatkan jemaah hanya sekitar 10 travel.

Menyoal imbauan Kementerian Haji dan Umrah agar jemaah mempertimbangkan kembali keberangkatan, Syahbudi mengaku pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Imbauan tersebut, kata dia, tidak bersifat larangan.

Jemput Bola Layanan Adminduk di Batam Diperluas

“Kita tidak punya instrumen kuat untuk melarang. Apalagi jemaah sudah membayar, travel sudah booking hotel dan pesawat. Pemerintah pusat juga tidak mengeluarkan surat resmi larangan,” jelasnya.

Ia menduga, faktor keekonomian dan keutamaan ibadah di Ramadan menjadi pendorong utama jemaah tetap berangkat. “Mereka kejar umrah di bulan Ramadan. Itu yang bikin tetap semangat walau ada perang,” ujarnya.

Syahbudi memastikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan travel untuk memantau situasi.

“Kami tanyakan terus, aman tidak? Mereka bilang aman. Buktinya tidak ada jemaah yang mundur,” pungkasnya.

Pemko Batam dan Polda Kepri Buru Komplotan ”Rayap Besi”