TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam menargetkan pembentukan Kelurahan Siaga TBC di seluruh wilayah yang mencakup 64 kelurahan pada tahun 2026. Langkah ini menjadi strategi utama untuk mempercepat penemuan kasus secara dini dan meningkatkan angka kesembuhan di tengah temuan ribuan kasus baru sepanjang tahun lalu.
Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah menjelaskan, percepatan penanganan ini merupakan tindak lanjut atas rekomendasi hasil audit kinerja Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau mengenai efektivitas penuntasan TBC di Batam. “Rapat ini merupakan rencana percepatan sekaligus respons atas pola penanganan yang selama ini dilakukan agar lebih optimal,” ujar Firmansyah saat memimpin rapat koordinasi di Batam, Jumat (6/3/2026).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Batam, tercatat sebanyak 4.650 warga terpapar TBC sepanjang tahun 2025. Melalui Kelurahan Siaga TBC, pemerintah berupaya memperkuat keterlibatan aktif masyarakat dalam mendeteksi gejala lebih awal, melaporkan temuan kasus, hingga mendampingi proses pengobatan pasien agar tidak terputus di tengah jalan.
Dukungan Sosial
Selain penguatan sistem administrasi dan medis, Firmansyah menekankan pentingnya aspek kemanusiaan dalam penanganan penyakit menular ini. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak memberikan stigma negatif kepada penderita. “Masyarakat yang terpapar perlu diberikan edukasi dan dukungan, bukan justru dijauhi. Kita harus merangkul mereka agar proses pengobatan berjalan maksimal,” tegasnya.
Dinas Kesehatan Kota Batam kini ditunjuk sebagai sektor utama untuk mengoordinasikan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan program 64 Kelurahan Siaga TBC ini berjalan efektif. Integrasi antara penemuan kasus yang cepat dan penurunan tingkat penularan diharapkan mampu menurunkan prevalensi TBC di Batam secara signifikan pada tahun ini.


