Siapa Yusuke Yamazaki Buronan Interpol yang Dideportasi dari Batam?

Terlibat Penipuan Setara Rp 1,4 Triliun

TERASBATAM.ID: Yusuke Yamazaki (43), pria Jepang yang menjadi buronan Interpol hari ini, Selasa (12/03/2024) dideportasi kembali ke negaranya oleh Kantor Imigrasi Kelas I Batam melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Banten. Siapa Yusuke Yamazaki dan bagaimana kasusnya sehingga menarik perhatian media di seluruh dunia?

Yusuke Yamazaki dituduh ikut menjalankan penipuan investasi senilai 90 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp 1,4 Triliun dipulangkan ke negaranya setelah empat tahun buron.

Yusuke Yamazaki, ditangkap di lepas pantai Pulau Bulan, Batam, Provinsi Kepulauan Riau pada tanggal 31 Januari saat mencoba menyeberang ke Malaysia dengan perahu kayu kecil oleh Kapal Patroli Polisi Perairan Polresta Barelang.

Kapal tersebut juga membawa empat pekerja migran Indonesia tanpa dokumen dan dua awak kapal. Orang lain ditahan oleh polisi untuk penyelidikan lebih lanjut sementara Yamazaki diserahkan ke Kantor Imigrasi di Batam pada 2 Februari 2024 lalu.

Yamazaki awalnya memberikan nama palsu dan ditahan karena dicurigai melakukan pelanggaran visa, tetapi polisi kemudian mengidentifikasi dia sebagai buronan internasional.

Yusuke Yamazaki adalah seorang eksekutif di Nishiyama Farm, sebuah perusahaan yang berbasis di Okayama yang menjalankan tur pertanian di seluruh Jepang dan bangkrut di tengah tuduhan penipuan pada Februari 2019.

Lima orang yang terkait dengan Nishiyama Farm ditangkap pada Oktober 2021 atas dugaan penipuan senilai sekitar 13,3 miliar yen (sekitar 90 juta dolar AS) dan kemudian dinyatakan bersalah, tetapi Yamazaki meninggalkan Jepang menuju Hong Kong pada Februari 2020, menurut laporan media Jepang.

Kepolisian Prefektur Aichi memasukkan Yamazaki ke dalam daftar buronan pada Pemberitahuan Biru Interpol (Blue Notice Interpol) pada tahun 2022. Yamazaki diyakini telah tiba di Indonesia melalui Turki pada April tahun berikutnya.

“Proses hukum selanjutnya akan dilakukan oleh pemerintah Jepang setelah pemindahannya ke Jepang,” kata Kepala Kantor Imigrasi Batam, Samuel Toba, dalam konferensi pers.

Dia menambahkan bahwa Kepolisian Jepang telah mengirim penyelidik ke Indonesia untuk membantu deportasi Yamazaki, yang akan diterbangkan ke Jakarta pada siang hari sebelum dikirim dengan penerbangan Japan Airlines ke Tokyo pada malam, 12 Maret 2024 ini sekitar pukul 21.00 WIB.

Dalam gugatan hukum yang diajukan oleh 41 investor di Tokyo dan empat prefektur lainnya yang meminta kompensasi dari Yamazaki dan lainnya, Pengadilan Distrik Nagoya memerintahkan para terdakwa untuk membayar sekitar 320 juta yen (sekitar 2,2 juta dolar AS) pada Februari 2022.