Ekonomi
Beranda » Berita » Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Warga Batam Serbu Money Changer

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Warga Batam Serbu Money Changer

TERASBATAM.ID –  Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata uang asing memicu lonjakan aksi jual valuta asing oleh masyarakat di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (4/6/2026). Sejumlah tempat penukaran uang (money changer) ternama di kawasan tersebut dipadati warga yang ingin mengonversi simpanan dolar AS dan dolar Singapura ke dalam rupiah untuk meraup keuntungan dari selisih kurs, menyusul sentimen 1 USD yang sempat menyentuh level psikologis Rp18.000.

Pantauan di lokasi menunjukkan peningkatan aktivitas yang signifikan sejak pagi hari. Salah satu titik kepadatan terlihat di Money Changer NL, sebuah agen penukaran valuta asing terbesar di Batam. Seiring dengan pergerakan pasar yang tangkas, NL membuka harga beli yang cukup kompetitif bagi masyarakat. Pada paruh pertama hari perdagangan, mereka menghargai 1 USD sebesar Rp17.900—level tertinggi baru setelah dalam beberapa pekan terakhir mata uang tersebut konsisten bertengger di atas Rp17.500.

Pemilik Money Changer NL, yang akrab disapa Ka Aping, mengonfirmasi bahwa animo masyarakat untuk melepas mata uang asing terus merangkak naik dalam beberapa minggu terakhir, bertepatan dengan tren koreksi yang dialami rupiah.

“Animo masyarakat yang ingin menukarkan uang asing mereka cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir ini, terutama sejak rupiah terus melemah,” ujar Ka Aping.

Pantauan pada pukul 12.00 WIB menunjukkan antrean panjang di loket pelayanan hingga mencapai tujuh orang secara simultan. Padahal, dalam kondisi normal, tiga personel staf loket sudah lebih dari cukup untuk melayani transaksi tanpa memicu penumpukan. Akibat lonjakan volume transaksi, setiap nasabah harus bersabar menunggu hingga 10 menit untuk menyelesaikan satu proses penukaran.

1.500 Pekerja Terancam, Relawan MBG Batam Demo Minta Program Dilanjutkan

Sebagian besar warga yang datang mengaku memanfaatkan momentum ini untuk mencairkan dana simpanan. Seorang warga di lokasi tampak menukarkan 1.500 dolar Singapura miliknya. NL membayar per 1 SGD sebesar Rp14.010. Warga tersebut mengonfirmasi bahwa dana yang ditukarkan merupakan simpanan pribadi yang sengaja dilepas untuk mengoptimalkan keuntungan di tengah penguatan mata uang asing.

Ekosistem Valas Batam Terbesar Kedua setelah Bali

Industri penukaran valas di Batam sendiri merupakan yang terbesar kedua di Indonesia setelah Bali, dengan jumlah mencapai 114 KUPVA Bukan Bank (Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing) dan 59 Layanan Remitansi. Besarnya ekosistem ini menuntut pengawasan ekstra dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau guna mencegah risiko Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT).

BI Kepri secara konsisten melakukan penertiban terhadap penyelenggara ilegal. Selama tahun 2022 hingga Mei 2023, otoritas telah menertibkan dua KUPVA BB dan empat layanan remitansi ilegal. Upaya ini dilakukan untuk menjaga integritas sistem keuangan Indonesia agar lebih kredibel di mata internasional, sejalan dengan ambisi Indonesia menjadi anggota penuh Financial Action Task Force (FATF).

 

Polisi Rangkul Pengusaha Skrap Putus Rantai “Rayap Besi”