Batam Raya
Beranda / Batam Raya / Refleksi Idul Adha di Masjid Jabal Arafah: Mengikis Jiwa Egoistik dan Sifat Kehewanan

Refleksi Idul Adha di Masjid Jabal Arafah: Mengikis Jiwa Egoistik dan Sifat Kehewanan

Pesan substantif tersebut mengemuka dalam khutbah salat Idul Adha yang disampaikan oleh Ustaz Jurais, S.Ag, di hadapan ribuan jemaah yang memadati Masjid Jabal Arafah, kawasan Nagoya, Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu (27/5/2026).

TERASBATAM.ID — Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momentum penting bagi masyarakat urban untuk mengikis egoisme, rasa kepemilikan semu, hingga sifat-sifat kehewanan yang acapkali merusak tatanan sosial masyarakat. Inti dari ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan ternak, melainkan menyembelih sifat mementingkan diri sendiri di tengah dinamika kehidupan yang kian kompleks.

Pesan substantif tersebut mengemuka dalam khutbah salat Idul Adha yang disampaikan oleh Ustaz Jurais, S.Ag, di hadapan ribuan jemaah yang memadati Masjid Jabal Arafah, kawasan Nagoya, Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu (27/5/2026).

Ustaz Jurais merupakan alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Kepri yang merekam sejumlah prestasi di bidang keagamaan, seperti Juara I Tahfidz 5 Juz dan 10 Juz serta Juara II Tilawah tingkat Kota Batam. Ia tercatat telah mendedikasikan dirinya sebagai Imam di Masjid Jabal Arafah sejak 1 Mei 2019.

Dalam khutbahnya, Jurais membedah secara mendalam fragmen sejarah Nabi Ibrahim alaihissalam saat diperintah Allah SWT untuk menyembelih putra terkasihnya, Ismail alaihissalam. Menurutnya, perintah tersebut merupakan ujian teologis tertinggi untuk menguji kadar keikhlasan dan kepatuhan manusia.

“Nabi Ibrahim tidak diperintahkan Allah untuk membunuh Ismail secara fisik, melainkan diminta untuk membunuh rasa kepemilikan yang berlebihan terhadap Ismail,” ujar Jurais. “Dalam konteks kehidupan modern saat ini, ‘Ismail’ kita bisa berupa jabatan, rumah mewah, harta kekayaan, ataupun gelar akademis. Semua itu pada hakikatnya hanyalah titipan yang tidak boleh membutakan mata hati kita dari nilai kemanusiaan.”

TNI AU Gelar Simulasi “Force Down” di Batam

Lima Hikmah Utama Kurban:

  • Meruntuhkan Egosentris: Membunuh rasa kepemilikan mutlak atas materi dan duniawi.

  • Kesalehan Keluarga: Pentingnya mendidik generasi yang taat hukum agama dan moral.

  • Harmonisasi Domestik: Membangun keluarga beradab, menolak segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga.

  • Kepekaan Sosial: Mengikis sifat apatis (kehewanan) terhadap penderitaan sesama.

    10 Unit X-Ray Perkuat Deteksi Dini TBC di Kepri

  • Filantropi Islam: Mendorong kerelaan berbagi melalui pemangkasan konsumsi yang konsumtif.

Kritik Sosial terhadap Ketidakpedulian

Di hadapan saf jemaah yang meluber hingga lantai tiga masjid, Jurais melontarkan kritik sosial mengenai masih adanya sifat-sifat kehewanan (an-nafsul hayawaniyah) yang melekat pada sebagian manusia modern. Sifat hewan dicirikan dengan tidak adanya rasa tenggang rasa dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Coba kita perhatikan perilaku hewan. Sapi di sebelah temannya yang sedang disembelih akan tetap tenang mengunyah rumput tanpa memiliki empati karena mereka tidak berakal. Sungguh ironis jika manusia memiliki sifat seperti itu; tetangga sakit tidak peduli, saudara kesusahan tidak dibantu, dan melihat orang miskin justru cuek,” tuturnya.

Ia juga menyoroti perilaku konsumtif sebagian masyarakat yang kerap berdalih tidak mampu berkurban, namun di sisi lain memiliki daya beli yang tinggi untuk kebutuhan sekunder dan tersier yang kurang produktif.

“Seringkali kita berkata tidak mampu untuk berkurban yang nilainya Rp 2 juta hingga Rp 4 juta. Padahal untuk membeli paket data internet ratusan ribu per bulan, atau pengeluaran rokok puluhan ribu setiap hari jika diakumulasikan setahun bisa untuk membeli hewan kurban. Ini bukan soal mampu atau tidak mampu, tetapi soal skala prioritas dan ketebalan iman,” tegas Jurais.

Perkuat Hilirisasi Timah, STANIA Gandeng Perusahaan Asal Singapura

Menjaga Keharmonisan Keluarga

Selain relasi sosial antarmasyarakat, khutbah setebal 15 menit tersebut menekankan bahwa ketahanan sebuah bangsa dan daerah selalu bermula dari keharmonisan institusi keluarga terkecil. Jurais mengingatkan para suami untuk meneladani Nabi Muhammad SAW yang tidak pernah melakukan kekerasan psikis maupun fisik kepada istri-istrinya.

Mengutip Hadis Riwayat Tirmidzi, ia menegaskan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling baik perilakunya terhadap keluarga sendiri. Keberkahan hidup dan kelancaran rezeki seseorang di tanah perantauan seperti Batam, sangat dipengaruhi oleh cara mereka menghormati dan memuliakan pasangan hidupnya.

Pelaksanaan ibadah salat Idul Adha 1447 H di Masjid Jabal Arafah ini berlangsung dengan khidmat dan tertib. Pengurus takmir masjid langsung melanjutkan agenda perayaan dengan prosesi penyembelihan sejumlah hewan kurban pada pukul 08.30 WIB untuk didistribusikan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan di seputaran wilayah Nagoya dan sekitarnya.