Ratusan Pekerja Pulau Bulan Demo di Kantor Indo Tirta Suaka

Tolak Pesangon 0,5 Persen dan Serukan Salim Group Bertanggung Jawab

TERASBATAM.ID: Ratusan pekerja PT Indo Tirta Suaka (ITS) Pulau Bulan, Batam, menggelar aksi unjuk rasa di kantor manajemen ITS di Kawasan Perumahan Tiban Zurindo Lestari pada Senin (10/06/2024). Para Pekerja protes atas pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak oleh perusahaan pengekspor ternak babi tersebut.

Ketua Aksi, Virgilius Rutu, menyatakan bahwa aksi ini bertujuan untuk menuntut hak yang sesuai bagi para karyawan yang telah lama mengabdi di perusahaan.

“Kami juga menolak pesangon dari PT ITS sebesar 0,5 persen, yang tidak sesuai,” ujarnya.

Selain menolak pesangon, para pekerja juga menyayangkan keterlibatan PT Salim Group selaku induk perusahaan dalam PHK ini dan menuntut Salim Group untuk bertanggung jawab.

“Kami juga menolak pesangon 0,5 persen. Salim group harus bertanggungjawab. Serikat nikeuba pengkhianat. PHK ITS ilegal,” bunyi tulisan di poster yang dibawa oleh massa aksi.

Para pekerja juga tidak segan menyebut serikat pekerja internal perusahaan (Ikeuba) sebagai pengkhianat atas PHK yang dinilai sepihak.

Aksi ini dilakukan setelah mediasi yang difasilitasi oleh Komisi IV DPRD Batam melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Kota Batam beberapa waktu lalu tidak membuahkan hasil karena pihak PT ITS tidak menghadiri mediasi.

“Menolak pesangon 0,5 persen. Yang kami tuntut yah sesuai PKB. Lalu kami juga minta hadirkan top management Singapura. Karena apakah benar PHK ini adalah statement dari Ketua Serikat sendiri? Karena ini kami nilai PHK sepihak. Kami juga minta tanggungjawab dari Toni (Manager). Dia nggak pernah muncul. Dari Disnaker pun udah panggil. kita juga udah RDP, tapi mereka (pihak PT) tak hadir. DPRD udah menyurati pihak perusahaan, tapi tak direspon juga, ” kata Safri Joni, salah satu peserta aksi.

Sementara itu, Hendra Gunadi dari Dinas Tenaga Kerja Kota Batam mengatakan bahwa pihaknya telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan pihak pekerja dan perusahaan terkait permasalahan ini.

Namun, pihak perusahaan yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan tidak pernah hadir dalam undangan yang dilayangkan.

“Komunikasi ada melaui surat, bahkan sudah beberapa pemanggilan/undangan ke perusahaan, namun tak pernah hadir, melainkan hanya surat kuasa yang mewakilkan,” kata Gunadi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari PT ITS maupun PT Salim Group terkait aksi unjuk rasa para pekerja Pulau Bulan.