Batam Raya
Beranda / Batam Raya / Mana yang Lebih Populer antara Grab atau Gocar di Batam?

Mana yang Lebih Populer antara Grab atau Gocar di Batam?

TerasBatam.id: Hampir dua tahun sudah turis-turis dari Singapura dan Malaysia tidak lagi mampir ke Batam, pandemic Covid-19 menyebabkan disrupsi di berbagai lini, termasuk dalam jasa transportasi online. Diantara beragam aplikasi transportasi online, manakah yang paling popular yang merajai market di Batam?

“Sejak orang Singapore dan Malaysia tidak masuk ke Batam lagi, aplikasi Grab sulit mendapatkan penumpang,” kata seorang supir taksi online kepada www.terasbatam.id yang menggunakan jasanya.

Supir taksi bernama Syafruddin yang mengendarai mobil Xenia bertipe manual itu bercerita, bahwa dirinya selain mengoperasikan aplikasi Gocar, juga memiliki 3 aplikasi lainnya, yaitu Grab, Maxim dan Indriver, dua aplikasi terakhir berasal dari Rusia.

“Grab itu popular dan bisa digunakan di Singapore dan Malaysia, sedangkan yang lainnya tidak begitu. Makanya saat turis dari Singapore dan Malaysia tidak masuk lagi ke Batam para supir Grab menjerit, mereka kesulitan dapat penumpang,” kata Syafruddin.

Berdasarkan pengamatan www.terasbatam.id, dari sisi tarif antara Gocar dan Grab memang memiliki perbedaan, tarif Grab sedikit lebih mahal dibandingkan Gocar, ini bisa dilihat dari rute yang sama akan terlihat perbedaan harga antara kedua aplikasi.

97.997 KK di Batam Terdaftar Perlinsos Jelang Penutupan Hari Ini

Sedangkan aplikasi Maxim maupun Indriver memang paling murah diantara seluruh aplikasi jasa transportasi online yang ada, bahkan Indriver disebutkan bisa saling tawar antara penumpang dan supir taksi melalui aplikasi tersebut.

“saya sering menolak penumpang Indriver karena sering kali ongkos yang ditawarkannya tak masuk akal, tidak balik modal saya jika menerima tawaran itu,” kata Jon, supir taksi online lainnya.

Jon maupun Syafruddin mengaku telah bekerja sebagai supir taksi online secara penuh sejak di PHK dari pekerjaan utama sebelumnya. Pandemic Covid-19 telah menyebabkan mereka yang sebelumnya hanya “iseng-iseng berhadiah” menjadi supir taksi online kini seperti tak punya pilihan lain harus menjadikannya sebagai pekerjaan utama.

“Kalau di Grab maupun Gocar, suara konsumen sangat didengar, kita bisa disuspend (dihentikan sementara) jika ada complain dari konsumen. Tidak bisa main-main,” kata Jon.

Kedua aplikasi tersebut juga menggunakan aplikasi wajah saat seorang driver ingin “on bit” atau mengudara di aplikasi, sehingga untuk supir cabutan tak bisa dengan mudah menggunakan aplikasi ini.

Warga Baloi Ancam Jerat Hukum Pembuang Sampah Sembarangan

“ada juga teman-teman yang sebelumnya beli akun dari temannya, sekarang kesulitan, karena jika mau on bit atau istilah medan mau Narek, mesti mencari temannya itu supaya wajahnya dicek di aplikasi,” kata Syafruddin sambil terkekeh.

Bagi para calon pengguna transportasi online semua aplikasi memiliki plus dan minus, pertimbangkan mana yang paling plus agar terhindar dari kerugian atau setidaknya meminimalisasi kerugian.