Batam Raya
Beranda / Batam Raya / Kurangi Sampah, Program MBG Harus Ramah Lingkungan

Kurangi Sampah, Program MBG Harus Ramah Lingkungan

Di Batam, Zona Barat Bakamla RI membagikan 722 pax makan siang bergizi dan gratis kepada siswa SDN 08 Sagulung Batam. Pemberian makan siang gratis yang dikemas dalam kotak yang menarik tersebut mendapat antusias dari ratusan siswa sekolah SD yang mengaku baru pertama kali mendapatkan makan siang gratis sejak program tersebut mulai dikampanyekan pemerintah.

TERASBATAM.id: Kemasan Program Makan Bergizi Gratis akan menjadi ancaman baru terhadap jumlah sampah yang diproduksi di Batam. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Batam, Herman Rozie meminta agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tidak menggunakan alat makan sekali pakai. Program MBG harus ramah lingkungan dengan tidak menggunakan  kotak, plastik atau styrofoam.

“Saya mengharapkan dengan makan siang gratis ini, misalnya ada 10 ribu anak sekolah, makan siang gratisnya bagus, tapi sampahnya harus dikelola,” kata Herman, Sabtu (11/1/2025).

Diakuinya penggunaan plastik atau styrofoam dapat menciptakan masalah besar jika tidak ditangani dengan baik. Menurutnya, ada beberapa solusi yang dapat diterapkan, seperti menggunakan wadah makan yang bisa digunakan ulang atau menerapkan sistem seperti katering.

“Saya sudah sampaikan, bisa tidak jangan memakai tempat makan sekali pakai. Kalau bisa seperti katering itu,” katanya.

Ia melanjutkan alternatif lain yang disarankan DLH adalah menyediakan fasilitas bank sampah di sekolah. Dengan begitu, limbah yang dihasilkan dapat dikelola dengan lebih baik.

97.997 KK di Batam Terdaftar Perlinsos Jelang Penutupan Hari Ini

“Kalau tidak, ya di sekolah harus ada bank sampah. Karena kalau tidak dikelola seperti itu, bakal kerepotan kita,” ungkapnya.

Herman menilai pentingnya pengelolaan sampah dalam program makan siang gratis bagi pelajar. DLH berharap program tersebut tidak menggunakan alat makan sekali pakai yang dapat menambah volume sampah.

Ia mengingatkan pengelolaan lingkungan harus menjadi perhatian agar program makan siang gratis tidak meninggalkan dampak buruk berupa penumpukan limbah.

“Ini sebenarnya sudah kita pikirkan. Karena klo tdk di kelola seperti itu bakal kerepotan kita,” katanya.

[rma]

Warga Baloi Ancam Jerat Hukum Pembuang Sampah Sembarangan