Jaringan Judi Online Kamboja Digerebek Polresta Barelang, 12 Orang Diciduk!

TERASBATAM.ID: Tim gabungan Polresta Barelang berhasil menggerebek jaringan judi online kelas kakap yang terhubung dengan server di Kamboja. Dalam operasi yang berlangsung pada Senin (18/3/2024) ini, 12 orang tersangka berhasil diciduk beserta barang bukti senilai miliaran rupiah.

Kapolresta Barelang, Nugroho Tri N, dalam konferensi persnya pada Rabu (20/3/2024), menjelaskan bahwa penggerebekan ini merupakan hasil pengembangan informasi dari masyarakat.

“Awalnya, kami menerima informasi melalui media sosial tentang adanya aktivitas judi online di sebuah apartemen di kawasan Lubuk Baja,” ungkap Nugroho.

Berdasarkan informasi tersebut, tim gabungan Satreskrim Polresta Barelang langsung bergerak melakukan penyelidikan. Hasilnya, dua unit kamar di lantai 7 apartemen tersebut dijadikan sebagai tempat operasional judi online dengan menggunakan komputer dan ponsel yang terhubung dengan server di Kamboja.

“Para pelaku menargetkan keuntungan sebesar 200 juta rupiah per bulan per telemarketing, sehingga total keuntungan selama 1 bulan mencapai 2,2 miliar rupiah,” jelas Nugroho.

Modus Operandi dan Barang Bukti

Para pelaku judi online ini menggunakan modus operandi dengan mengirimkan pesan broadcast melalui WhatsApp ke nomor-nomor handphone yang pernah bermain judi online. Pesan tersebut berisi ajakan untuk membuka situs judi online.

Dari hasil penggerebekan, tim gabungan Polresta Barelang berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain:

  • 17 unit komputer jenis PC
  • 1 unit Laptop
  • 40 unit HP berbagai jenis merk
  • 2 unit Router
  • 3 buku tabungan Bank BRI, BNI dan Mandiri atas nama Adam Joharta
  • 4 Buku Tabungan beserta kartu ATM Bank BRI, BNI, Mandiri, BCA atas nama Abdus Salam
  • 1 Box kartu perdana berbagai provider
  • Uang tunai sebanyak 15 juta Rupiah

Ancaman Hukuman dan Peringatan

Para tersangka dijerat dengan pasal 45 ayat (3) Jo pasal 27 Ayat (2) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik Dan Atau Pasal 303 Ayat (1) Dan Ke-2 KUHPidana, dengan ancaman pidana penjara selama lamanya 10 tahun atau pidana denda sebanyak banyaknya Rp.10.000.000.000.

Nugroho menegaskan bahwa Polresta Barelang akan terus berkomitmen untuk memberantas segala bentuk perjudian, baik judi online maupun judi darat.

“Saya mengimbau kepada masyarakat Kota Batam supaya tidak segan-segan dalam memberikan informasi kepada kepolisian dan benar adanya praktek perjudian baik itu judi darat maupun judi online akan segera kita tindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Nugroho.

Pengungkapan kasus judi online ini merupakan bukti nyata keseriusan Polresta Barelang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Diharapkan dengan penindakan tegas ini, dapat memberikan efek jera bagi para pelaku judi online dan menciptakan Kota Batam yang bebas dari perjudian.