Kriminal
Beranda / Kriminal / Jambret Lintas Provinsi Gentayangan di Batam, Polisi Imbau Warga Waspada

Jambret Lintas Provinsi Gentayangan di Batam, Polisi Imbau Warga Waspada

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol M. Debby Tri Andrestian (ketiga dari kiri) bersama jajaran menunjukkan barang bukti hasil kejahatan penjambretan emas saat konferensi pers di Mapolresta Barelang, Batam, Selasa (3/3/2026). Aparat kepolisian berhasil mengamankan tersangka berinisial MED (25) asal Sumatera Selatan yang kerap menyasar kaum ibu di sejumlah lokasi di Batam dengan modus menyewa rumah dan kendaraan sementara untuk melancarkan aksinya sebelum melarikan diri kembali ke daerah asal.

TERASBATAM.ID – Aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang masih mendalami kasus penjambretan emas yang dilakukan seorang pria asal Palembang di sejumlah titik di Kota Batam. Pelaku berinisial MED (25) diketahui bukan warga Batam, melainkan berdomisili di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol M. Debby Tri Andrestian mengungkapkan, pelaku menjalankan aksinya dengan modus operandi yang terencana. Ia datang ke Batam, menyewa rumah dan motor untuk menunjang aksinya, lalu kembali ke Palembang setelah beraksi. Jika situasi dirasa aman, ia akan kembali lagi ke Batam untuk beraksi serupa.

“Pelaku ini bukan masyarakat Batam. KTP-nya Musi Banyuasin. Dia datang ke Batam, kontrak rumah, sewa motor, lalu beraksi. Setelah itu kembali ke Palembang. Kalau dirasa aman, datang lagi,” ujar Debby saat konferensi pers di Mapolresta Barelang, Selasa (3/3/2026).

Polisi mencatat, pelaku telah beraksi sejak 2023 hingga kini. Dalam beberapa kejadian terbaru, jarak waktu antar tempat kejadian perkara (TKP) sangat berdekatan. Bahkan, pada kasus terbaru, aksi dilakukan hanya berselang satu hari.

“TKP terakhir itu tanggal 21 dan 22. Tanggal 21 beraksi, tanggal 22 pagi beraksi lagi, sore harinya langsung berangkat,” terangnya.

Cemburu Berujung Penusukan, Pelaku Diringkus Polisi di Belakangpadang

Pelaku disebut mengincar ibu-ibu yang keluar rumah pada jam-jam pagi. Ia memantau korban di persimpangan jalan dan kawasan yang dinilai ramai aktivitas warga.

“Targetnya rata-rata ibu-ibu yang menggunakan gelang atau kalung emas. Dia menunggu di simpang, kalau melihat korban memakai emas langsung dibuntuti, kemudian ditarik,” ucap Debby.

Emas dipilih karena dinilai lebih mudah dijual dan memiliki nilai tinggi dibanding barang lain. Berdasarkan keterangan sementara, hasil jambretan rata-rata dijual di Batam. Namun, polisi masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang turut membantu menjual barang hasil kejahatan tersebut.

“Untuk penjualan masih kita dalami. Rata-rata dijual di Batam. Mengenai apakah ada teman atau pihak lain yang membantu, masih dalam pemeriksaan,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan sementara, aksi penjambretan ini dilakukan oleh satu orang pelaku yang sama di sejumlah TKP. Meski demikian, polisi belum menutup kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang terlibat.

Dipicu Perintah Dini Hari, ART Tega Habisi Majikan di Jodoh

“Hasil pemeriksaan sementara, pelakunya satu orang yang sama. Tapi kami masih melakukan pendalaman dan pengejaran, kemungkinan ada pihak lain yang membantu,” tegasnya.

Kasus ini masih dalam proses pengembangan lebih lanjut. Polisi mengimbau masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk lebih waspada saat mengenakan perhiasan mencolok di tempat umum, terutama pada pagi hari. Kewaspadaan dan kehati-hatian menjadi kunci utama agar tidak menjadi korban berikutnya.

[kang ajank nurdin]