TERASBATAM.ID — Belum genap satu jam merasakan listrik kembali menyala usai pemadaman massal (blackout) selama lebih dari 24 jam, sebagian warga di kawasan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, harus kembali gigit jari. Pasokan listrik di wilayah tersebut mendadak padam kembali akibat dugaan aksi pencurian kabel bawah tanah yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab saat blackout berlangsung.
Keluhan warga membuncah ketika listrik yang baru menyala tak sampai 30 menit pascapemulihan bertahap pada Selasa (13/10/2026) tiba-tiba kembali mati total. Kondisi ini membuat aktivitas warga yang baru hendak pulih kembali terganggu.
Menanggapi hal tersebut, PT PLN Batam menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan bahwa pemadaman susulan di wilayah Tanjung Piayu berada di luar perkiraan teknis penormalan awal. Pihak PLN mengindikasikan adanya indikasi tindak pidana pencurian kabel Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) atau kabel bawah tanah saat pemadaman massal terjadi.
“Saat pemadaman kemarin, kemungkinan ada oknum yang tidak bertanggung jawab mencoba mencuri kabel SKTM atau kabel bawah tanah kami. Dampaknya, kami mengalami kesulitan teknis untuk mengalirkan beban sehingga memicu pemadaman yang lebih lama di wilayah tersebut,” terang pihak teknis PLN Batam.
Aksi pencurian kabel infrastruktur vital ini tidak hanya merugikan jaringan kelistrikan, tetapi juga memperpanjang masa pemulihan pasokan energi bagi ribuan rumah tangga di kawasan Tanjung Piayu. Tim teknis PLN Batam saat ini tengah melakukan penanganan darurat di lokasi jaringan bawah tanah yang dirusak untuk mempercepat penyambungan kembali.
Sebelumnya, sistem kelistrikan Batam–Bintan mengalami pemadaman total sejak Senin (12/10) pagi akibat indikasi awal masuknya hewan liar ke Gardu Induk Sungai Harapan. Meski seluruh gardu induk utama telah berhasil dinormalkan secara bertahap hingga Selasa pagi, aksi perusakan dan pencurian kabel di tingkat jaringan distribusi lokal kini menjadi hambatan baru dalam proses penormalan penuh 100 persen di seluruh penjuru kota.


