TERASBATAM.ID — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mematangkan pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) baru di Provinsi Kepulauan Riau yang dijadwalkan resmi dilantik pada puncak peringatan HUT ke-81 TNI, 5 Oktober 2026 mendatang. Kehadiran Kodam Kepri ini menjadi bagian dari restrukturisasi komando teritorial guna memperkuat sistem pertahanan di kawasan perbatasan dan pulau-pulau terluar Indonesia.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan bahwa pembentukan Kodam Kepri merupakan satu dari lima Kodam baru yang disiapkan matang oleh TNI AD. Selain Kepulauan Riau, empat Kodam baru lainnya berkedudukan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku Utara, dan Papua Tengah.
“Nanti ada lima yang baru di Flores (NTT), Jogja, Malut, dan Kepulauan Riau,” ujar Maruli di Jakarta, seperti dikutip dari www.kompas.com, Minggu (20/9/2026).
Maruli menjelaskan, pembentukan Kodam baru merupakan bagian integral dari penataan organisasi dan penguatan fungsi teritorial TNI AD di wilayah strategis.
“Untuk yang Kodam, semua Kodam itu tugas utamanya adalah teritorial. Penugasannya berbeda,” katanya. Dalam kondisi darurat perang, Kodam memiliki fungsi yang lebih luas, termasuk memimpin perlawanan rakyat semesta.
Pemisahan kendali teritorial Kepulauan Riau dari Kodam XIX/Tuanku Tambusai (yang sebelumnya membawahi Riau dan Kepri) dinilai sebagai kebutuhan strategis yang mendesak. Mengingat 98 persen wilayah Kepri terdiri dari lautan dan berbatasan langsung dengan Selat Malaka serta Laut Natuna Utara, kehadiran Kodam mandiri diproyeksikan dapat mengoptimalkan pengawasan serta pengamanan kawasan perbatasan negara.
Sebelumnya, Panglima Kodam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menyatakan bahwa seluruh jajaran telah siap menjalankan keputusan pimpinan tertinggi militer terkait pemisahan organisasi tersebut.
“Tinggal tunggu peresmian dan tergantung pimpinan, targetnya tahun ini Kepri sudah punya Kodam sendiri,” ujar Agus di Batam. (*)


