Diawali Permintaan “Takedown”, Jurnalis Tribrata TV Dibakar karena Beritakan Judi

Tewasnya Rico Sempurna Pasaribu dan 3 Anggota Keluarganya

TERASBATAM.ID: Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sumatera Utara menemukan sejumlah fakta yang menunjukkan adanya dugaan keterkaitan antara kematian jurnalis Tribrata TV, Rico Sempurna Pasaribu, dengan pemberitaan judi yang ia lakukan.

Rico ditemukan tewas bersama istri dan anaknya dalam kebakaran di rumahnya di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada 27 Juni 2024.

Sebelum kematiannya, Rico sempat memberitakan tentang judi di Jalan Kapten Bom Ginting, Kelurahan Padang Mas, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo. Dalam pemberitaan tersebut, ia menyebut keterlibatan oknum aparat berinisial HB.

Kronologi Peristiwa:

  • Awal Mula: Rico mendapat permintaan dari anggota ormas untuk mendapatkan jatah/uang perjudian. Rico yang bekerja di media online Tribrata TV menyampaikan permintaan tersebut kepada oknum pengelola judi. Namun, permintaannya diabaikan.
  • Pemberitaan Judi: Merasa diacuhkan, Rico memberitakan lokasi perjudian tersebut di media online Tribrata TV. Ia bahkan menulis nama lengkap oknum HB dan membuat status di media sosial Facebook.
  • Tekanan untuk Hapus Berita: Setelah berita tayang, oknum aparat menghubungi atasan Rico dan meminta agar berita tersebut ditakedown. Permintaan serupa juga disampaikan kepada pihak perusahaan online tempat Rico bekerja.
  • Rasa Was-was dan Peringatan: Rico merasa was-was setelah pemberitaan tersebut. Ia dan rekannya mendapatkan ‘warning’ dari ketua ormas di Kabupaten Karo bahwa mereka sedang diikuti. Ketua ormas meminta Rico dan rekannya untuk tidak pulang ke rumah.
  • Pertemuan dengan Oknum Aparat: Sebelum kebakaran, Rico sempat bertemu dengan oknum aparat HB untuk membicarakan masalah berita judi. HB meminta agar berita dihapus dan postingan di media sosial didelete. Rico menolak permintaan tersebut.
  • Kebakaran dan Kematian: Pada Rabu (26/6/2024) tengah malam, Rico pulang ke rumahnya. Sekitar pukul 02.30 WIB, sebelum kebakaran terjadi, ada yang melihat sekira lima orang pria berada di sekitar rumah korban. Lalu, pukul 03.00 WIB terjadilah kebakaran. Rico, istri, dan anaknya tewas dalam peristiwa tersebut.

Temuan KKJ Sumut:

  • Kejanggalan dalam Pemeriksaan Saksi: Rekan korban yang sempat diperiksa polisi mengaku bahwa penyidik sempat mengambil handphonenya dan menghapus pesan ‘warning’ dari ketua ormas.
  • Anak Korban Merasa Terancam: Anak perempuan korban mengaku diminta mengamini keterangan yang tidak pernah ia sampaikan kepada penyidik.

Sikap KKJ Sumut:

  • Meminta Kapolda Sumut untuk mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap kejanggalan-kejanggalan yang terjadi.
  • Meminta Panglima TNI untuk mengusut dugaan keterlibatan oknum TNI.
  • Mendorong jurnalis di Sumatera Utara untuk bekerja profesional dan mentaati kode etik jurnalistik.
  • Mendorong perusahaan media untuk memperhatikan keselamatan jurnalis dan mengingatkan agar bekerja sesuai kode etik.
  • Mendorong Dewan Pers untuk mengevaluasi dan menindak media yang tidak menjalankan ketentuan UU No 40 tahun 1999 tentang Pers.

Kasus kematian Rico Sempurna Pasaribu menjadi sorotan publik dan menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan jurnalis di Indonesia. KKJ Sumut mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas para pelakunya.

Hotline KKJ Sumut: 082275167113