Batam Raya
Beranda / Batam Raya / Ceramah Idul Fitri Jabal Arafah Batam: Menang Lawan Ego

Ceramah Idul Fitri Jabal Arafah Batam: Menang Lawan Ego

Di Masjid Jabal Arafah, salah satu ikon religi di jantung kota, sekitar 2.500 jemaah memenuhi setiap jengkal ruang hingga ke lantai tiga demi menunaikan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah dalam suasana yang khidmat.

TERASBATAM.ID – Gema takbir yang bersahut-sahutan dari menara masjid hingga ke sudut-sudut pemukiman menandai datangnya hari kemenangan di Kota Batam, Sabtu (21/3/2026). Di Masjid Jabal Arafah, salah satu ikon religi di jantung kota, sekitar 2.500 jemaah memenuhi setiap jengkal ruang hingga ke lantai tiga demi menunaikan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah dalam suasana yang khidmat.

Khatib Umammul Anam, S.Pd., dalam khotbahnya mengajak jemaah untuk merefleksikan kembali makna sejati dari kemenangan setelah sebulan penuh menempa diri di madrasah Ramadhan. Menurut lulusan Bahasa Arab UIN Walisongo Semarang tersebut, Idul Fitri bukan sekadar perayaan berakhirnya dahaga dan lapar, melainkan momentum pembuktian atas kemenangan hati.

Umammul Anam, S.Pd.

“Kemenangan yang sejati bukan sekadar selesai berpuasa. Kemenangan yang sejati adalah kemenangan atas hati kita sendiri; apakah kita telah menang melawan ego, kesombongan, dan dendam yang ada di dalam hati?” ujar Umam di hadapan jemaah yang menyimak dengan saksama.

Belajar dari Fathu Makkah

Dalam narasinya, Umam membawa ingatan jemaah kembali ke peristiwa bersejarah Fathu Makkah atau pembebasan Kota Makkah pada tahun ke-8 Hijriah. Ia mengisahkan bagaimana Nabi Muhammad SAW memasuki kota yang pernah menghina dan mengusirnya bukan dengan keangkuhan, melainkan dengan menundukkan kepala sebagai bentuk tawaduk kepada Sang Pencipta.

“Saat kemenangan datang, Allah tidak memerintahkan kesombongan atau balas dendam, tetapi tasbih dan istigfar,” tegasnya. Ia menekankan bahwa akhlak Rasulullah saat menghadapi kaum Quraisy yang dahulu menyakitinya adalah puncak dari kemuliaan kepemimpinan—sebuah pesan perdamaian yang abadi melintasi zaman.

97.997 KK di Batam Terdaftar Perlinsos Jelang Penutupan Hari Ini

Kalimat “Idzhabu fa antumut thulaqa” (pergilah kalian, kalian semua bebas) yang diucapkan Nabi kepada para penentangnya, menjadi poin krusial dalam khotbah tersebut. Umam menegaskan bahwa kemenangan yang tidak dibangun di atas kebencian adalah fondasi utama bagi masyarakat yang harmonis.

Fitrah dan Pemaafan

Lebih jauh, khatib yang telah mengabdi di Masjid Jabal Arafah sejak tahun 2017 ini menyoroti relevansi pemaafan dalam kehidupan sosial saat ini. Ia mengingatkan bahwa mustahil seseorang kembali kepada fitrah yang suci jika hatinya masih menyimpan bara dendam terhadap sesama, baik itu tetangga, teman, maupun keluarga.

“Idul Fitri bukan hanya tentang baju baru, tetapi tentang hati yang baru. Jika Rasulullah mampu memaafkan mereka yang menyakitinya selama puluhan tahun, mengapa kita begitu sulit memaafkan saudara kita sendiri?” tuturnya.

Shalat Idul Fitri yang berlangsung tertib ini diakhiri dengan suasana kekeluargaan yang kental. Para jemaah saling berjabat tangan di selasar masjid, memperkuat ikatan silaturahmi yang menjadi ruh dari perayaan hari raya di Tanah Air. Keberhasilan Masjid Jabal Arafah menampung ribuan jemaah hingga kapasitas maksimalnya menunjukkan tingginya antusiasme spiritual warga Batam dalam menjemput hari kemenangan dengan penuh kedamaian.

Warga Baloi Ancam Jerat Hukum Pembuang Sampah Sembarangan