Batam Raya
Beranda / Batam Raya / Cegah Guru “Siluman”, 4.877 Tenaga Pendidik di Batam Jalani Validasi Fisik

Cegah Guru “Siluman”, 4.877 Tenaga Pendidik di Batam Jalani Validasi Fisik

Pemerintah Kota Batam menggelar validasi fisik terhadap 4.877 guru dan tenaga kependidikan jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP negeri se-Kota Batam di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Kepulauan Riau, Selasa (4/8/2026).

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam menggelar validasi fisik terhadap 4.877 guru dan tenaga kependidikan jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP negeri se-Kota Batam di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Kepulauan Riau, Selasa (4/8/2026). Langkah ini dilakukan untuk membenahi tata kelola aparatur sekaligus mencegah munculnya guru “siluman” atau fiktif dalam administrasi penggajian.

Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah mengemukakan, verifikasi secara tatap muka tersebut merupakan yang pertama kali digelar di Kota Batam. Langkah antisipasi ini diambil merespons maraknya temuan data tenaga pendidik fiktif di sejumlah daerah lain di Indonesia.

“Jangan sampai ada tenaga siluman, namanya ada tetapi orangnya tidak ada, sementara anggaran honor tetap berjalan. Ini yang ingin kita bersihkan,” ujar Firmansyah saat meninjau proses validasi, Selasa sore.

Guna menjamin keabsahan data, proses verifikasi mewajibkan setiap guru hadir langsung membawa berkas fisik berupa Surat Keputusan (SK) pengangkatan, KTP, nomor rekening, kartu ATM, dan buku tabungan. Menurut Firmansyah, skema pencocokan langsung dipilih untuk menghindari celah kecurangan yang kerap terjadi pada sistem pemutakhiran data secara daring.

Selain pembersihan data administrasi, validasi fisik diarahkan untuk memetakan sebaran dan pemerataan tenaga pendidik berbasis sistem merit, merencanakan redistribusi guru, serta menentukan arah kebijakan penambahan ruang kelas dan pembangunan sekolah baru.

TNI AU Gelar Simulasi “Force Down” di Batam

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan menambahkan, proses verifikasi dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari berdasarkan pembagian wilayah. Saat ini, Kota Batam mencatat kekurangan sekitar 500 guru, dengan defisit terbesar berada di wilayah daratan (mainland) jenjang SMP negeri.

Sebagai solusi jangka panjang atas ketimpangan tersebut, Pemko Batam telah mengajukan usulan 305 formasi ASN dan PPPK tahun 2026 ke pemerintah pusat yang saat ini masih menunggu persetujuan.

[kang ajank nurdin]