20 Unit Bus Trans Batam Diluncurkan, Tidak Terima Pembayaran Tunai

TERASBATAM.ID: Walikota Batam Muhammad Rudi secara official meluncurkan pengoperasian 20 unit bus Trans Batam untuk peningkatan layanan transportasi umum bagi warga Batam. Pengguna angkutan umum ini tidak lagi membayar tunai, namun dengan cashless melalui QRIS.

Pengadaan bus baru ini merupakan bagian dari Program Buy The Service (BTS) yang bekerjasama dengan pihak swasta.

“Saya akan Jadikan kota Bata mini sebagai smart city dan harus diselesaikan, penambahan bus akan dilakukan setiap tahunnya hingga 2025 mendatang,” kata Rudi saat menyampaikan sambutannya, Jumat (29/12/2023).

Menurut Rudi, saat ini berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Perhubungan terdapat 62 bus yang dioperasionalkan dengan usia pemakaian sudah 8 tahun. Rencananya setiap tahun mulai 2023 ini akan ditambah dengan 20 unit bus baru hingga 2025.

“saya berencana untuk membuat jalur khusus trans Batam ini dari infrastruktur yang sudah ada, dari lima lajur akan ada satu untuk bus trans Batam, sedang kita rancang ini,” kata Rudi.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Salim menjelaskan soal mekanisme kerjasama dengan pihak swasta dalam pengadaan bus angkutan umum di Batam.

Menurut Salim,  pengadaan bus baru melalui skema BTS ini adalah unit bus dimiliki oleh PT Bagong Dekaka Makmur. Perusahaan tersebut yang bertanggung jawab atas seluruh operasional baik bahan bakar, supir, pemeliharaan dan lainnya. Sedangkan Pemko Batam memberikan subsidi sebesar Rp 16,5 Miliar dari APBD 2024 mendatang, subsidi berdasarkan jarak yang ditempuh.

“Jadi kita hanya membayar jasa layanan mereka yakni sebesar Rp 12 ribu per kilometer. Ada atau tidaknya penumpang, saat bus ini beroperasi, kita tetap bayar ke mereka,” kata Salim.

Adapun  Pengoperasian bus  dari pukul 06.00 WIB hingga 19.00 WIB,  unit bus BTS ini serta memperkuat layanan pada 3 koridor dari 8 koridor yang ada saat ini.

Untuk koridor I (Sekupang – Center) sebanyak 6 unit, Koridor 2 (Tanjung Uncang – Batam Center) 6 unit, Koridor 3 (Sekupang-Jodoh) 6 unit, dan cadangan 2 unit.

“Saat ini terdapat 62 unit angkutan bus trans Batam yang beroperasi dari tahun 2014. Jadi 20 armada bus baru ini akan kita sisipkan untuk dilakukannya peremajaan angkutan,” ungkapnya.

Selain itu Salim menambahkan untuk transaksi pembayaran tidak lagi menggunakan Tunai melainkan nontunai dengan  QRIS.

“Solusi bagi transaksi pembayaran yang tidak memiliki non tunai bisa ikut serta di halte Bus dan  akan difasilitasi, agar tidak ada transaksi langsung di dalam bus, ” kata Salim.