Berita
Beranda / Berita / Waspada! Banjir Rob Diprediksi Landa Pesisir Batam 1-11 Mei 2026

Waspada! Banjir Rob Diprediksi Landa Pesisir Batam 1-11 Mei 2026

WASPADAI BANJIR ROB: Awan mendung menyelimuti kawasan pusat pemerintahan di Batam Centre, Rabu (29/4/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir atau rob yang diprediksi terjadi pada 1 hingga 11 Mei 2026 akibat fenomena fase bulan purnama.

TERASBATAM.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan terjadi pada 1 hingga 11 Mei 2026. Warga di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Ramlan, mengatakan potensi rob dipicu oleh fenomena fase bulan purnama yang terjadi pada 2 Mei 2026. Kondisi tersebut berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketinggian air laut maksimum.

“Adanya fenomena fase bulan purnama ini berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Berdasarkan pemantauan data *water level* dan prediksi pasang surut, kami mengimbau masyarakat pesisir untuk waspada terhadap potensi banjir rob pada 1 hingga 11 Mei 2026,” ujar Ramlan dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).

Wilayah yang Terdampak

Ramlan menjelaskan, sejumlah wilayah pesisir di Kepulauan Riau yang berpotensi terdampak meliputi:

Berantas TPPO dan Narkoba, Polda Kepri-PDRM Sepakati 12 Langkah Strategis

– Kota Batam: Batu Aji, Batu Ampar, Sekupang, dan Nongsa.
– Kabupaten Lingga
– Kabupaten Karimun
– Kabupaten Bintan

Menurut Ramlan, banjir rob tidak hanya berdampak pada genangan air di permukiman, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

“Potensi banjir pesisir ini secara umum dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti bongkar muat, aktivitas transportasi laut, hingga kegiatan tambak garam dan perikanan darat,” kata Ramlan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan pasang surut laut yang diperbarui secara berkala, serta menyiapkan langkah antisipasi dini guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Selain itu, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang kerap terdampak rob setiap periode pasang maksimum.

Hari Ketujuh, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Warga yang tinggal di kawasan raban rob disarankan untuk mengamankan barang-barang berharga, menghindari aktivitas di sekitar dermaga saat puncak pasang, serta selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG.

[kang ajank nurdin]