TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perhubungan terus mempercepat transformasi Bus Rapid Transit (BRT) Trans Batam menuju sistem transportasi perkotaan yang modern. Tak sekadar menambah rute dan armada, pemerintah tengah menyiapkan lajur khusus BRT, layanan bus pengumpan (feeder), hingga perluasan jaringan hingga 10 koridor utama.
Kepala UPT Trans Batam Dishub Kota Batam, Bambang Sucipto, menjelaskan bahwa BRT dipilih sebagai moda transportasi massal utama karena paling sesuai dengan karakteristik dan pembangunan infrastruktur jalan di Kota Batam dibanding pilihan moda lain seperti LRT atau MRT.
“Sesuai dengan infrastruktur yang tersedia dan program prioritas Wali Kota Batam, pemerintah menetapkan pilihan transportasi massal berbasis jalan melalui BRT yang kita namakan Trans Batam,” ujar Bambang, Senin (7/9/2026).
Langkah krusial integrasi telah dimulai sejak 2 Juli 2026, ketika layanan Trans Batam resmi menjangkau Bandara Internasional Hang Nadim. Kehadiran rute ini memberikan opsi angkutan publik yang murah, aman, dan nyaman bagi masyarakat dari dan menuju bandara.
Di kawasan Bandara Hang Nadim pula, konsep lajur khusus Trans Batam—ditandai dengan marka jalan berwarna merah—mulai diterapkan. Ke depan, lajur khusus yang ditempatkan di sisi paling kiri jalan ini akan dibangun secara bertahap di seluruh jalur utama Batam.
Guna menghubungkan area pemukiman padat ke koridor utama, Pemko Batam juga menyiapkan sekitar 10 jaringan feeder. Rencananya, empat rute pengumpan pertama akan diluncurkan pada 2027, mencakup rute Dapur 12–Fanindo, Dapur 12–Pasar Melayu, serta beberapa kawasan di Tiban dan sekitarnya.
Dalam master plan pengembangan BRT, jaringan Trans Batam ditargetkan menjangkau 10 koridor, termasuk rencana rute jarak jauh Tembesi menuju kawasan Galang. Wilayah lain seperti Batu Ampar, Batu Merah, Sambau, hingga area fasilitas publik dan rumah sakit juga masuk dalam pemetaan rute feeder.
Pengembangan agresif ini mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kota Batam, Suryanto. Menurutnya, masuknya armada Trans Batam ke area bandara menjadi penanda penting dimulainya era BRT modern di Batam.
“Kami menyambut positif dan mendorong percepatan pemenuhan anggaran fasilitas pendukung serta layanan feeder pada 2027 mendatang. Namun, kunci utamanya adalah menggeser mindset masyarakat agar beralih ke angkutan umum demi mengantisipasi potensi kemacetan di masa depan,” tegas Suryanto.
[kang ajank nurdin]


