Berita
Beranda » Berita » Tiket Naik, Wisatawan Singapura ke Batam Tetap Ramai

Tiket Naik, Wisatawan Singapura ke Batam Tetap Ramai

ARUS WISATAWAN TETAP DERAS: Penumpang feri asal Singapura memadati area kedatangan Internasional di Pelabuhan Ferry Batam Center, Batam, Selasa (7/4/2026). Meskipun operator feri mulai memberlakukan biaya tambahan bahan bakar (temporary fuel surcharge) sebesar Rp65.000 hingga SGD 6 sejak pertengahan Maret lalu akibat kenaikan harga BBM global, animo warga Singapura berkunjung ke Batam tidak surut. Kuatnya daya beli dan disparitas harga kebutuhan pokok menjadikan Batam tetap sebagai destinasi utama belanja dan liburan akhir pekan bagi warga negara tetangga tersebut.

TERASBATAM.ID — Kenaikan harga bahan bakar global mulai berdampak pada sektor transportasi laut Batam. Salah satu operator feri rute Batam–Singapura, Sindo Ferry, memberlakukan biaya tambahan bahan bakar (temporary fuel surcharge) sejak 12 Maret 2026. Namun, arus wisatawan asal Singapura ke Batam justru tidak menurun.

Penumpang yang berangkat dari pelabuhan di Indonesia, seperti Batam, Tanjung Pinang, dan Tanjung Balai Karimun, dikenakan tambahan biaya Rp65.000 per perjalanan. Sementara itu, keberangkatan dari pelabuhan di Singapura, seperti HarbourFront Centre dan Tanah Merah Ferry Terminal, dikenakan SGD 6 (sekitar Rp72.000).

“Ada kenaikan tarif tiket akibat kenaikan BBM, malah pengunjung Singapura ke Batam meningkat,” ucap salah satu staf operator feri di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Selasa (7/4/2026).

Wisatawan Tetap Padati Nagoya

Fenomena ini menunjukkan hubungan ekonomi Batam dan Singapura tetap kuat. Seorang sopir taksi di Batam mengaku aktivitas wisatawan asal Singapura masih ramai seperti biasa.

Bus Rombongan Jemaat Terguling di Jembatan 5 Barelang

“Memang tiket feri naik, tapi wisatawan tetap ramai. Orang Singapura banyak datang untuk belanja kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.

Salah satu pusat aktivitas belanja yang ramai dikunjungi adalah kawasan Nagoya. Wisatawan dari Singapura berburu berbagai kebutuhan sehari-hari dengan harga relatif lebih murah, mulai dari bahan makanan hingga produk khas seperti ikan asin.

Operator feri untuk rute Batam–Johor, Malaysia, melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura dan Pasir Gudang Ferry Terminal, menyebutkan frekuensi perjalanan masih berjalan normal tanpa pengurangan trip.

Secara makro, kondisi ini memperlihatkan dampak positif dari kekuatan ekonomi Singapura terhadap Batam. Tingginya daya beli masyarakat Singapura secara tidak langsung mendorong perputaran ekonomi di Batam, mulai dari sektor transportasi, perdagangan, hingga jasa.

Kenaikan biaya bahan bakar memang memberi tekanan pada sektor transportasi, namun belum cukup kuat untuk menghambat arus kunjungan wisatawan. Selama disparitas harga dan kedekatan geografis tetap menjadi keunggulan, Batam diprediksi akan terus menikmati limpahan manfaat ekonomi dari Singapura.

1.500 Pekerja Terancam, Relawan MBG Batam Demo Minta Program Dilanjutkan

[kang ajank nurdin]