Berita
Beranda / Berita / Tiket Belum Dibayar, Kontingen Pesparawi Kepri Terlantar di Jakarta

Tiket Belum Dibayar, Kontingen Pesparawi Kepri Terlantar di Jakarta

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura secara resmi melepas Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Provinsi Kepulauan Riau yang akan berlaga pada Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat. Pelepasan dilaksanakan di Golden Prawn, Batam, Selasa (16/6/2026).
TERASBATAM.IDSebanyak 27 orang anggota kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) asal Provinsi Kepulauan Riau sempat tertahan dan terlantar di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Insiden ini dipicu oleh kelalaian administrasi di mana tiket pesawat lanjutan menuju tempat kompetisi di Manokwari, Papua Barat, belum berstatus dibayarkan sehingga tiket atau kode booking yang dipegang peserta tidak diproses lebih lanjut.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memastikan bahwa seluruh anggaran operasional untuk mendukung kontingen telah diserahkan sepenuhnya kepada panitia. Total dana hibah daerah yang dikucurkan melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kepri mencapai Rp 1,4 miliar.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, saat dikonfirmasi dari Batam pada Minggu (28/6/2026), menjelaskan bahwa polemik penundaan keberangkatan rombongan susulan tersebut kini telah ditangani. Anggota rombongan yang sempat tertahan di Tangerang telah difasilitasi untuk dipulangkan kembali ke Tanjungpinang.

Menurut Nyanyang, seluruh dana hibah tersebut telah dicairkan secara utuh kepada pihak kepanitiaan yang diketuai oleh Jumaga Nadeak. Pihak pemerintah provinsi menegaskan tidak ada kendala ataupun keterlambatan dari sisi pengalokasian anggaran maupun pembiayaan daerah.

“Kemarin itu sudah beres semuanya. Jadi uang hibah dari Biro Kesra itu sudah dikasihkan ke panitia, kebetulan ketuanya adalah Pak Jumaga. Kami dari provinsi sudah melepaskan kegiatan itu, dan dana operasional mulai dari Kepri langsung ke sana sudah diberikan semua,” ujar Nyanyang.

Mereka datang dengan koper berisi seragam lomba yang disetrika rapi. 27 perempuan dari Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Di leher mereka menggantung harapan satu provinsi. Di tangan mereka, selembar tiket hard copy bertanggal 24 Juni 2026.

Ia menambahkan, kendala teknis di lapangan murni disebabkan oleh pengaturan eksekusi pembelian tiket oleh pihak panitia, terutama mengingat dinamika pemesanan kursi penerbangan ke wilayah Indonesia Timur yang sangat dinamis. Pemerintah Provinsi Kepri sendiri memberangkatkan total kontingen untuk mengikuti tiga kategori perlombaan, meliputi kategori Pesparawi Anak, serta kategori dewasa pria dan dewasa wanita.

TNI AU Gelar Simulasi “Force Down” di Batam

Nyanyang menegaskan, manifes dan detail tanggal keberangkatan sepenuhnya dikelola oleh kepanitiaan begitu dana hibah ditransfer ke rekening panitia. Kendati demikian, setelah peristiwa ini viral di media sosial, kantor penghubung pemerintah Provinsi Kepri di Jakarta dipastikan langsung bergerak cepat untuk mengamankan kepulangan sementara para peserta ke Tanjungpinang demi menjaga kondisi psikologis dan fisik mereka.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Kepri secara resmi telah melepas keberangkatan seluruh rombongan kontingen yang berjumlah 64 orang tersebut di Restoran Seafood Golden Prawn, Batam, pada Selasa (16/6/2026).

Sebagai langkah antisipasi ke depan, Pemerintah Provinsi Kepri meminta pihak kepanitiaan untuk mengevaluasi secara menyeluruh manajemen logistik dan transportasi agar insiden serupa tidak terulang kembali. Dana bantuan operasional tahunan yang dialokasikan dari APBD Pemprov Kepri tersebut ditujukan agar seluruh perwakilan daerah dapat bertanding dengan optimal, menjaga marwah daerah, dan kembali dengan selamat.