TERASBATAM.ID – Ratusan personel kepolisian dari Polresta Barelang bersiaga mengawal aksi unjuk rasa yang direncanakan oleh Aliansi Mahasiswa Kota Batam, Kamis (18/6/2026). Pengamanan diperketat di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Kantor Wali Kota Batam dan Gedung DPRD Kota Batam, dengan penerjunankendaraan taktis seperti water cannon dan kendaraan pengurai massa.
Meski pengamanan telah diperketat, hingga pukul 09.54 WIB belum terlihat pemasangan kawat berduri atau barikade permanen di sekitar lokasi rawan. Arus lalu lintas di kawasan pemerintahan pun masih terpantau lancar tanpa pengalihan kendaraan.
Aksi yang mengusung tema “Tuntutan 45” ini direncanakan akan menyuarakan sejumlah isu nasional dan daerah. Di tingkat nasional, mahasiswa menolak kenaikan harga BBM, mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mengkaji ulang program Koperasi Desa Merah Putih, serta meminta TNI dan Polri kembali pada fungsi pokoknya.
Sementara itu, isu lokal yang diangkat meliputi penuntasan persoalan banjir dan sampah, penolakan reklamasi yang mengancam hutan mangrove, krisis air bersih, serta kritik terhadap pembangunan yang dinilai mengabaikan kelestarian lingkungan. Koordinator Lapangan, Alwi Djaelani dari GMNI Batam, menyatakan surat pemberitahuan aksi telah disampaikan kepada Polresta Barelang.
Sebelumnya, Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono menyatakan pihaknya telah menerima pemberitahuan dari dua kelompok mahasiswa dengan perkiraan massa masing-masing 100 hingga 150 orang. Jumlah personel yang dikerahkan akan disesuaikan dengan dinamika di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat konsentrasi massa dalam jumlah besar, dan situasi di sekitar lokasi aksi masih kondusif.
[kang ajank nurdin]


