Batam Raya
Beranda / Batam Raya / Puskesmas Sei Pelunggut Beroperasi, Prioritaskan Layanan Emergency

Puskesmas Sei Pelunggut Beroperasi, Prioritaskan Layanan Emergency

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota (Pemko) Batam memastikan pelayanan kesehatan di Puskesmas Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung, telah berjalan. Saat ini, puskesmas tersebut sudah dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas dan siap melayani masyarakat, khususnya untuk penanganan kasus kegawatdaruratan (emergency).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menyampaikan bahwa operasional puskesmas memang belum berlangsung selama 24 jam penuh karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM) kesehatan.

“Puskesmas sudah ada Plt Kepala Puskesmas dan pelayanan sudah berjalan, terutama untuk kasus emergency. Namun, memang belum 24 jam karena petugas atau sumber daya kesehatannya sesuai dengan objek layanan kesehatan masih belum tersedia sepenuhnya,” ujar Rudi, Senin (28/9/2026).

Rudi menjelaskan, ketersediaan tenaga kesehatan masih dalam proses penyesuaian penugasan pegawai melalui mutasi dan rotasi. Hal ini menjadi salah satu pemicu layanan belum bisa dibuka secara optimal penuh.

Selain kendala SDM, terdapat pula penyesuaian regulasi pascapembangunan fisik bangunan selesai. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengeluarkan perubahan ketentuan serta petunjuk teknis (juknis) baru terkait penataan dan penugasan SDM kesehatan.

Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 11,3 Kilogram Serbuk Emas ke Singapura

“Ketika Puskesmas sudah selesai, ada beberapa perubahan peraturan dan juknis dari Kementerian Kesehatan terkait Puskesmas. Karena itu, perlu dilakukan penyesuaian di daerah agar pelaksanaannya sesuai dengan aturan yang baru,” terangnya.

Rudi menegaskan, Pemko Batam terus berupaya melengkapi kebutuhan operasional dan SDM agar Puskesmas Sungai Pelunggut serta unit layanan lainnya di Batam dapat beroperasi maksimal sesuai regulasi.

Ia kembali menepis anggapan bahwa puskesmas tersebut tidak beroperasi sama sekali. “Pelayanan kesehatan telah berjalan, khususnya untuk penanganan kasus kegawatdaruratan, sembari pemerintah menyelesaikan pemenuhan sumber daya manusia dan penyesuaian terhadap regulasi terbaru,” tutupnya.