Batam Raya
Beranda / Batam Raya / Penanganan 167 Titik Banjir Batam Disinkronkan

Penanganan 167 Titik Banjir Batam Disinkronkan

Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam Amsakar Achmad (kanan) memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Antisipasi dan Pengendalian Banjir Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (1/10/2026). Pemko Batam bersama BP Batam menyinkronkan data dan membagi porsi penanganan pada 167 titik banjir yang tersebar di wilayah Batam. FOTO: HUMAS DISKOMINFO BATAM

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam memetakan sebanyak 167 titik banjir di seluruh wilayah Kota Batam. Untuk mempercepat penanggulangan, kedua instansi menyinkronkan pembagian wilayah kerja serta rencana aksi teknis di lapangan.

 

Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Koordinasi Antisipasi dan Pengendalian Banjir Kota Batam yang dipimpin Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam ex-officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (1/10/2026).

 

Dari total 167 lokasi genangan yang teridentifikasi, sebanyak 33 titik penanganannya menjadi porsi tanggung jawab BP Batam, sementara sisanya dieksekusi oleh Pemerintah Kota Batam.

Gebrakan Perdana Kapolri Baru, Jenderal Suyudi Mutasi 19 Kapolda

 

Amsakar menegaskan, penanganan banjir merupakan bagian dari 15 program prioritas pemerintahannya. Sinkronisasi data dan pembagian tugas yang terukur dinilai krusial agar intervensi di lapangan tepat sasaran dan tidak saling tumpang tindih.

 

”Sengaja kami kumpulkan tim teknis untuk memperbincangkan empat hal kunci: identifikasi titik prioritas, pemetaan kondisi, sinkronisasi pembagian tugas, serta langkah konkret tindak lanjutnya. Yang paling penting adalah rencana aksi nyata di lapangan,” ujar Amsakar.

 

Irjen Asep Safrudin Promosi Kabareskrim, Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri

Ia menginstruksikan jajaran camat dan lurah untuk terus memutakhirkan pemetaan wilayah terdampak sebagai dasar perencanaan anggaran dinas teknis.

 

Salah satu titik krusial yang diprioritaskan adalah kawasan cekungan Bengkong Swadebi yang menjadi muara aliran air dari tiga wilayah, termasuk debit besar dari Cahaya Garden. Di lokasi tersebut, Pemko dan BP Batam sepakat membangun kolam retensi serta rumah pompa di bagian hilir.

 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menambahkan, evaluasi berkala dan penyamaan data mutlak dilakukan mengingat pesatnya perkembangan permukiman yang terus mengubah topografi wilayah.

Napas Terakhir di Dusun Tanjung Baru

 

Pemerintah Kota Batam juga meminta jajaran kewilayahan memperkuat transparansi informasi publik serta rutin menyusun peta persoalan lingkungan, seperti perbaikan jalan dan penerangan jalan umum.