Batam Raya
Beranda / Batam Raya / Atasi Krisis Air, Amsakar Opsi Pipa Bawah Laut dari Lingga

Atasi Krisis Air, Amsakar Opsi Pipa Bawah Laut dari Lingga

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri Sidang Paripurna di Gedung DPRD Kota Batam, Rabu (7/10/2026). Amsakar memaparkan rencana penyusunan roadmap penanganan krisis air bersih jangka panjang, termasuk mengkaji opsi penarikan pipa bawah laut dari Kabupaten Lingga.

TERASBATAM.ID – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai mengarahkan penanganan krisis air bersih ke strategi jangka panjang. Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyiapkan peta jalan (roadmap) terstruktur untuk menjamin kepastian pasokan air bersih bagi masyarakat dan sektor investasi.

 

Amsakar menegaskan bahwa persoalan tata kelola air bersih di Kota Batam tidak bisa lagi diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan pembenahan dari hulu ke hilir secara bertahap.

 

“Janji kita adalah meningkatkan pelayanan tata kelola air bersih. Memang menyelesaikan seluruhnya sekaligus itu berat, tetapi saya yakin peningkatan pelayanannya akan jauh lebih baik dari waktu ke waktu,” ujar Amsakar usai menghadiri Sidang Paripurna di DPRD Batam, Rabu (7/10/2026).

Ansar Ajak IJTI Kepri Promosi Wisata dan Pembangunan

 

Dalam roadmap tersebut, Pemko dan BP Batam menyiapkan tiga strategi utama:

 

  • Revitalisasi Jaringan Pipa Tua: Mengganti dan meremajakan pipa distribusi yang dibangun sejak era 1970–1990-an guna menekan tingkat kebocoran air (Non-Revenue Water).

 

  • Pencarian Sumber Air Baku Baru: Mengkaji opsi pengaliran air baku dari Kabupaten Lingga melalui pipa bawah laut, memanfaatkan potensi wilayah Bintan, serta merencanakan pembangunan waduk baru.

 

Pasokan Air di Kavling Sambau Mulai Mengalir Pascaaksi Pemblokiran KEK NDP

  • Digitalisasi Sistem: Menerapkan teknologi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) untuk memantau tekanan dan distribusi air secara real-time.

 

Di samping perencanaan jangka panjang, Pemko dan BP Batam tetap mempercepat penanganan jangka pendek pada 18 titik wilayah krisis (stress area). Peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dam Ladi dari 2 liter per detik menjadi 5 liter per detik serta interkoneksi jaringan pipa di kawasan Nongsa dan Sengkuang mulai memulihkan aliran air di sejumlah wilayah seperti Putra Jaya, Vila Muka Kuning, hingga Marina.

[kang ajank nurdin]

 

Ugal-ugalan Dump Truck Jumbo Jadi Pemandangan Harian di Batam