Berita
Beranda » Berita » Perusahaan Tanggung Biaya Korban Kapal Terbalik

Perusahaan Tanggung Biaya Korban Kapal Terbalik

EVAKUASI KORBAN TUG BOAT — Petugas gabungan dan pihak perusahaan melakukan koordinasi di area galangan kapal PT ASL Tanjung Uncang, Batam, terkait insiden terbaliknya sebuah kapal tugboat, Sabtu (7/3/2026). Insiden yang diduga akibat arus kuat tersebut menyebabkan tiga kru meninggal dunia, satu selamat, dan satu lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

TERASBATAM.ID — Manajemen PT Pradana Samudra Lines memastikan akan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh kru yang menjadi korban dalam insiden terbaliknya kapal tugboat di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Kota Batam. Perusahaan berkomitmen menanggung biaya pemakaman, santunan, hingga pengurusan asuransi bagi para korban.

Kecelakaan laut yang terjadi pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB tersebut merenggut nyawa tiga anak buah kapal (ABK), sementara satu orang selamat dan satu lainnya masih dalam pencarian. Ketiga korban tewas adalah Abdul Rahman (kapten), Guntur Pardede (chief), dan Jhonson Bertuahman Damanik (kepala kamar mesin).

Manajer Agensi PT Pradana Samudra Lines Moh. Fatur Akbar menyatakan, pihaknya merupakan penyedia awak kapal bagi operasional tersebut.

“Kami memberikan santunan, mengeluarkan asuransi, serta menanggung seluruh biaya pemakaman baik di dalam maupun luar kota sampai proses pemakaman selesai,” ujar Fatur di Batam, Sabtu (7/3/2026).

Faktor Cuaca

Bus Rombongan Jemaat Terguling di Jembatan 5 Barelang

Berdasarkan keterangan kru yang selamat, insiden bermula saat kapal tengah membantu mendorong (asist) kapal kargo Kyparissia. Kondisi arus laut yang sangat kuat diduga menjadi penyebab utama kapal terdorong ombak hingga akhirnya terbalik. Fatur menegaskan bahwa seluruh kru telah bekerja sesuai prosedur operasi standar (SOP) saat kejadian berlangsung.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Tanjungpinang, Polairud Polda Kepulauan Riau, VTS Batam, dan pihak PT ASL masih melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Fokus utama operasi adalah menemukan Yusuf Tankin, second engineer yang hingga kini statusnya masih dinyatakan hilang.

[kang ajank nurdin]