Berita
Beranda » Berita » Perancis Lengkapi Armada Fregat Digital FDI

Perancis Lengkapi Armada Fregat Digital FDI

Fregat FDI Perancis yang baru, Amiral Ronarc'h, bersandar di Nordre Toldbod di Kopenhagen, Denmark, pada 19 Januari 2026. (Thomas Traasdahl / Ritzau Scanpix / AFP melalui Getty Images)

TERASBATAM.ID — Pemerintah Perancis resmi memesan unit kelima sekaligus terakhir dari fregat Fiche de Défense et d’Intervention (FDI) kepada pabrikan kapal Naval Group, akhir Maret lalu. Pemesanan ini mengunci rencana jangka panjang Angkatan Laut Perancis untuk memiliki armada tangguh yang siap menghadapi perang intensitas tinggi di era digital.

Kementerian Angkatan Bersenjata Perancis dalam pernyataan resminya, Kamis malam, menyebutkan bahwa kapal kelima ini dijadwalkan memperkuat jajaran armada pada tahun 2032. Kapal ini akan dibangun di galangan Lorient, Perancis Barat, menyusul unit keempat yang telah dipesan lebih dulu pada Desember tahun lalu.

“Kementerian memberikan kepercayaan penuh kepada kami untuk menyelesaikan seri fregat pertahanan dan intervensi ini,” ujar CEO Naval Group, Pierre Éric Pommellet. Ia menegaskan, komitmen ini bertujuan untuk memastikan keunggulan maritim dan kedaulatan Perancis di tengah dinamika geopolitik global.

Kebutuhan vs Anggaran

Meski pesanan kelima ini melengkapi target 15 fregat garis depan (fregat kelas satu), jumlah ini sebenarnya masih di bawah kebutuhan ideal yang disuarakan oleh petinggi militer. Panglima Angkatan Laut Perancis Laksamana Nicolas Vaujour sebelumnya menyebutkan bahwa Perancis memerlukan setidaknya 18 fregat untuk mencapai format kekuatan yang koheren.

Namun, kendala anggaran memaksa pemerintah untuk membatasi jumlah pesanan. Penundaan jadwal pengiriman, yang semula ditargetkan selesai pada 2029, juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pandemi Covid-19, kesulitan integrasi persenjataan, hingga pengalihan slot produksi untuk memenuhi pesanan dari Yunani.

Bus Rombongan Jemaat Terguling di Jembatan 5 Barelang

Fregat Digital dengan “Busur Terbalik”

Fregat FDI memiliki ciri fisik yang sangat distingtif, yakni desain haluan atau busur terbalik (inverted bow). Desain ini diklaim memberikan stabilitas luar biasa saat menghadapi kondisi laut ekstrem (Sea State 6), dengan tinggi gelombang mencapai 4 hingga 6 meter.

Meski dimensinya lebih kecil dibandingkan kapal generasi baru milik Inggris atau Jerman—dengan panjang 122 meter dan bobot 4.500 ton—FDI dirancang sebagai kapal perang yang sepenuhnya digital. Kapal ini dilengkapi dengan pusat data cadangan dan kekuatan komputer besar untuk mengolah data dari sensor radar Sea Fire buatan Thales.

Untuk urusan pemukul, fregat ini membawa kombinasi maut: peluru kendali anti-kapal Exocet, rudal pertahanan udara Aster, torpedo MU90, serta meriam kaliber 76 mm.

Persaingan Pasar Global

Keberhasilan Perancis membangun FDI juga menjadi etalase bagi pasar ekspor. Saat ini, Naval Group tengah bersaing ketat dengan Inggris untuk memperebutkan kontrak empat fregat dari Swedia. Sebelumnya, Yunani telah lebih dulu memilih desain ini dengan memesan empat unit, di mana kapal pertamanya, Kimon, baru saja dikirim ke Siprus pada Maret lalu.

Namun, tidak semua langkah mulus. Agustus tahun lalu, Norwegia lebih memilih desain Type 26 buatan BAE Systems Inggris dibandingkan desain Perancis ini.

1.500 Pekerja Terancam, Relawan MBG Batam Demo Minta Program Dilanjutkan

Bagi Perancis, FDI bukan sekadar kapal perang biasa. Ia adalah simbol transformasi kekuatan laut menuju sistem yang lebih ringkas, namun jauh lebih cerdas dan mematikan di medan tempur modern yang kian kompleks. (GMN/AFP/REUTERS)