TERASBATAM.ID – Suasana khidmat menyelimuti halaman Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (28/7/2026). Peresmian Musala Baitussolihin yang baru rampung dibangun menjadi momen penting, tidak hanya bagi kelengkapan fasilitas perkantoran, tetapi juga sebagai penguatan nilai integritas bagi para penegak hukum. Kehadiran tempat ibadah ini diharapkan menjadi ruang refleksi bagi para hakim sebelum maupun setelah memutus suatu perkara.
Peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan kain ini dihadiri oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Kepala Badan Administrasi Mahkamah Agung RI, Soebandi. Turut menyaksikan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Pengadilan Tinggi Kepulauan Riau, serta para hakim dan pegawai PN Batam .
Ketua PN Batam, Tiwik, menyampaikan bahwa Musala Baitussolihin dibangun dari swadaya keluarga besar PN Batam dan para donatur. Lebih dari sekadar tempat salat, musala ini diharapkan menjadi pengingat bagi para hakim bahwa setiap putusan yang dijatuhkan tidak hanya dipertanggungjawabkan di hadapan hukum dan manusia, tetapi juga di hadapan Tuhan Yang Maha Esa .
“Musyawarah Majelis Hakim adalah ruh dari keadilan itu sendiri. Saat para hakim bermusyawarah untuk merumuskan putusan, mereka sedang mengemban amanah yang sangat berat. Musyawarah tidak boleh dimaknai hanya sebagai rapat rutin, tetapi sebagai proses yang memiliki nilai spiritual dan tanggung jawab keilahian,” ujar Tiwik dalam sambutannya .
Menurut Tiwik, beban psikologis hakim dalam menangani perkara, terutama yang kompleks, sangatlah berat. Penguatan spiritual melalui ibadah di musala diyakini dapat membantu menjaga independensi, kejujuran, dan ketenangan hati dalam mengambil keputusan yang adil. “Melalui ibadah, hakim dapat menjaga kejujuran, mengingat keadilan Allah, serta memperoleh ketenangan batin,” tambahnya .
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengapresiasi inisiatif PN Batam yang menghadirkan ruang spiritual di tengah kesibukan penegakan hukum. Ia menyebut musala ini sebagai bentuk investasi spiritual yang akan bermanfaat bagi semua pihak, terutama masyarakat pencari keadilan yang membutuhkan penyejuk batin .
Musala Baitussolihin yang terletak di lingkungan PN Batam ini ke depannya tidak hanya digunakan oleh hakim dan aparatur pengadilan, tetapi juga oleh pegawai serta masyarakat pencari keadilan yang membutuhkan sarana ibadah .
[kang ajank nurdin]


