Berita
Beranda / Berita / MT Arman 114, Kartu Truf untuk Selat Hormuz yang Terlantar di Perairan Batam

MT Arman 114, Kartu Truf untuk Selat Hormuz yang Terlantar di Perairan Batam

MT Arman 114 yang saat ini berada di sekitar perairan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau.

TERASBATAM.ID — Di perairan Batu Ampar, Batam, sebuah kapal super tanker berbendera Iran terpaut jangkar sejak pertengahan 2023. Kapal itu bernama MT Arman 114, bersama muatan minyak mentah senilai Rp 1,17 triliun yang kini menjadi barang rampasan negara. Namun di tengah kebuntuan lelang yang berkepanjangan, aset sebesar itu justru dinilai banyak pihak sebagai potensi diplomatik yang terbuang sia-sia.

Dosen Ilmu Pemerintahan STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang, Zamzami A. Karim, melihat kasus ini bukan sekadar persoalan hukum biasa. Menurutnya, di tengah kebijakan Teheran yang belum memberi akses leluasa bagi kapal-kapal Indonesia di Selat Hormuz, MT Arman 114 seharusnya menjadi kartu truf bagi Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan diplomasi cerdas dengan Iran.

“Indonesia bisa menunjukkan goodwill (niat baik) kepada Iran untuk memperbaiki hubungan yang sempat mendingin akibat proses hukum kapal tersebut. MT Arman 114 adalah kartu truf dalam peta politik luar negeri kita,” ujar Zamzami saat dihubungi, Jumat (27/3/2026).

Akademisi dan juga Pengamat Politik di Provinsi Kepulauan Riau Zamzami A Karim.

Kebuntuan lelang yang tak kunjung menemukan pembeli—karena syarat ketat perizinan migas yang hanya bisa dipenuhi segelintir badan usaha—dinilai Zamzami sebagai alarm bahwa aset ini terlalu “panas” secara politik untuk dimiliki pihak swasta. Satu-satunya jalan yang paling masuk akal, menurutnya, adalah penyelesaian melalui jalur diplomatik antar-negara (government to government).

Urgensi langkah itu semakin mengemuka menyusul situasi geopolitik yang membayangi ketahanan energi nasional. Selat Hormuz, jalur distribusi minyak dunia yang dikuasai Iran, menjadi titik nadir yang menentukan kelancaran pasokan energi Indonesia. Ironisnya, Indonesia sebagai negara Muslim terbesar justru belum mendapatkan status negara bersahabat yang diizinkan melintas secara leluasa di selat strategis tersebut.

TNI AU Gelar Simulasi “Force Down” di Batam

“Kita tidak bisa hanya berharap pada Amerika Serikat. Iran saat ini memegang kartu kendali atas pasokan energi kita. Menyerahkan kembali kapal atau melakukan negosiasi pemanfaatan bersama minyak mentah tersebut dapat menjadi pembuka jalan agar kapal-kapal Indonesia diizinkan lewat,” tegas Zamzami.

Lebih jauh, Zamzami menyayangkan apa yang ia sebut sebagai kelambanan aparat negara dalam membaca peluang dari kasus ini. Ia secara khusus menyoroti kinerja instansi intelijen dan Kementerian Luar Negeri yang dinilai terlalu sibuk dengan isu domestik hingga gagal memberikan masukan strategis kepada presiden.

“Kayaknya mereka belum sadar ada alat negosiasi besar di Batam. Harusnya intelijen dan Kemenlu memberikan sinyal kepada Presiden bahwa MT Arman bisa menjadi jalan keluar dari krisis energi. Jangan sampai kapal ini hanya membusuk di perairan Batu Ampar sementara rakyat kesulitan bahan bakar,” kritik Zamzami.

Kapal MT Arman 114 pertama kali ditangkap oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI pada Juli 2023 di Laut Natuna Utara. Kapal Negara (KN) Marore mendapati kapasitas itu membuang limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) serta melakukan pemindahan muatan antar-kapal (ship-to-ship) tanpa izin di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Proses hukum berlanjut hingga Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan vonis berkekuatan hukum tetap (inkracht) dan menetapkan kapal beserta muatannya sebagai barang rampasan negara.

Namun setelah itu, proses lelang yang menjadi kewenangan Kejaksaan Agung tak kunjung membuahkan hasil. Dua kali tahapan penjelasan lelang (aanwijzing) digelar di Kejaksaan Negeri Batam, namun calon peserta selalu gugur karena tak memenuhi syarat perizinan migas yang diwajibkan.

AJI Buka Pendaftaran Festival Media Selat Malaka 2026

Kini, di tengah harga minyak dunia yang bergejolak dan ancaman krisis energi yang membayangi, MT Arman 114 terapung-apung di perairan Batam. Bagi Zamzami, waktu terus berjalan, dan aset itu terus mengalami depresiasi. Namun peluang emas untuk menjadikannya sebagai instrumen diplomasi masih terbuka.

“Pemerintah harus segera mengambil langkah nyata sebelum masa tanggap darurat energi meluas. Jadikan aset yang dikuasai negara ini sebagai jembatan untuk menempatkan kembali Indonesia sebagai mitra strategis Iran di Timur Tengah,” pungkas Zamzami.