TERASBATAM.ID – Direktur Utama PT Galang Bumi Industri, Ahmad Maruf Maulana, menegaskan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah tidak akan mengganggu realisasi investasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy & Smart Eco-Industrial Park (GESEIP) di Galang, Batam. Pernyataan ini disampaikan di hadapan para pemimpin media di Batam, Sabtu (7/3/2026).
“Kami meyakini perang Iran dan Amerika itu juga tidak memiliki dampak terhadap kerjasama perdagangan ini. Status FTZ kawasan industri di Batam dengan status kawasan industri di negara bagian Utah di Amerika Serikat yang kami kerjasamakan memiliki status yang sama, sehingga tidak ada kendala,” ujar Maruf dalam acara buka puasa bersama di Ikan Bakar Cianjur, Batam Centre.
Keyakinan Maruf beralasan. Proyek yang berlokasi di Pulau Galang ini telah mengamankan komitmen investasi senilai total USD 31,6 miliar atau lebih dari Rp 500 triliun dari mitra strategis Amerika Serikat . Kerja sama tersebut ditandatangani di Washington DC pada 18 Februari 2026 dan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di kantor US Chamber of Commerce .
Tahap awal investasi mencapai USD 4,9 miliar (sekitar Rp 82 triliun) untuk membangun ekosistem hilirisasi kuarsa silika menjadi polysilicon, bahan baku utama industri semikonduktor dan solar cell . Jika fase awal berhasil, tambahan investasi sebesar USD 26,7 miliar akan dikucurkan untuk memproduksi ingot wafer, wafer slicing, hingga fabrikasi chip secara terintegrasi di dalam negeri.
Proyek ini melibatkan PT Galang Bumi Industri dengan mitra strategis AS, yakni Essence Global Group dan Tynergy Technology Corporation USA . Tynergy Technology Corp sendiri menargetkan investasi awal hingga USD 250 juta untuk pembangunan fasilitas manufaktur di Galang dengan proyeksi penciptaan sekitar 2.500 lapangan kerja terampil pada tahap awal .
Untuk mendukung operasional kawasan industri, Tynergy Group akan membentuk PT Energy Tech Indonesia guna membangun fasilitas penyimpanan energi berbasis sodium-ion berkapasitas hingga 150 MW . Teknologi ini dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan baterai konvensional berbasis lithium.
Tak hanya investasi fisik, kerja sama ini juga mencakup transfer teknologi melalui kemitraan antara dua zona ekonomi bebas, yakni PSN Wiraraja GESEIP di Galang dan Solanna Akimel 7 Technopark di kawasan metropolitan Phoenix, Arizona . Komitmen tersebut ditegaskan dalam Pakta Persahabatan Zona Ekonomi Khusus Transnasional antara kedua kawasan.
Maruf mengakui bahwa ketegangan geopolitik global sempat menjadi perhatian para pelaku industri. Sebagai Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), ia sebelumnya pernah menyampaikan bahwa konflik berkepanjangan berpotensi mengganggu rantai pasok global dan menurunkan kepercayaan investor.
Namun, ia menegaskan bahwa kerja sama dengan mitra AS telah dirancang dengan struktur yang kokoh. “Perang Iran dan Amerika itu juga tidak memiliki dampak pada kegiatan investasi di Batam. Apalagi Presiden Prabowo secara langsung menyaksikan penandatanganan ini sebagai wujud konkret diplomasi ekonomi dan penguatan kemitraan strategis Indonesia-Amerika Serikat,” tegasnya.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh pers Kepulauan Riau, antara lain Direktur Harian Batam Pos R Yusuf Hidayat, CEO Batamnews Muhammad Zuhri, CEO PT Jlima Newsroom Indonesia sekaligus Ketua PWI Kepri Saibansyah Dardani, CEO Warta Kepri Group Dedy Suwada dan Pemimpin Redaksi Batam Klik Novianto serta beberapa media lainnya.


