Berita
Beranda » Berita » Manajemen Harbour Bay Klaim Sistem Parkir Normal di Tengah Keluhan Warga

Manajemen Harbour Bay Klaim Sistem Parkir Normal di Tengah Keluhan Warga

IRONI LAYANAN — Megahnya bangunan Hotel Marriott yang menjadi ikon kawasan terpadu Harbour Bay, Batam, tampak kontras dengan kondisi manajemen perparkiran yang dikeluhkan konsumen, Senin (26/1/2026). Seringnya malfungsi pada gerbang parkir otomatis serta lambatnya pelayanan manual di gerbang keluar dinilai mencederai citra eksklusif kawasan tersebut dan melanggar hak kenyamanan konsumen sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999.

TERASBATAM.ID — Manajemen operasional Harbour Bay Downtown, Batam, menanggapi dingin keluhan masyarakat terkait kemacetan panjang yang terjadi di pintu keluar kawasan tersebut. Pihak pengelola berdalih bahwa sistem perparkiran tetap berfungsi normal dan menganggap reaksi negatif publik hanya dipicu oleh ketidaksabaran pengguna jasa.

Manajer Operasional Harbour Bay Downtown David Soo menyatakan, hingga saat ini pihaknya tidak menemukan kendala berarti pada sistem pintu parkir yang mereka kelola. Menurut dia, pengawasan dilakukan secara terus-menerus terhadap perangkat dan sistem di lapangan.

“Sejauh ini tidak ada masalah di tempat kita. Sistem kita masih normal dari kemarin sampai sekarang,” ujar David saat dikonfirmasi di Batam, Senin (26/1/2026).

Soroti Sikap Konsumen

Terkait penumpukan kendaraan yang sempat mengular akibat hanya satu gerbang manual yang dioperasikan, David menilai hal tersebut sebagai dinamika lapangan yang biasa terjadi saat volume arus kendaraan (traffic) sedang tinggi. Ia justru menyoroti sikap masyarakat yang dinilainya terlalu cepat memberikan penilaian negatif meski hanya menunggu dalam waktu singkat.

“Kalau masyarakat, Bapak tahu sendirilah ya, mungkin ada sebagian yang tunggu sebentar saja mereka sudah komennya enggak-enggak gitu kan. Tapi Bapak pun tahu sendiri jugalah ya,” kata David menanggapi keluhan pengendara.

Bus Rombongan Jemaat Terguling di Jembatan 5 Barelang

Ia menambahkan bahwa manajemen merasa situasi tersebut tidak menjadi masalah besar bagi perusahaan. David menegaskan bahwa pengelolaan parkir di kawasan tersebut melibatkan pihak ketiga (third party), sehingga seluruh aspek operasional diklaim tetap berada di bawah kendali yang terukur.

Meski menganggap keluhan warga sebagai hal yang lumrah dalam interaksi pelayanan publik, David menyatakan pihaknya akan mempelajari lebih lanjut masukan-masukan yang masuk dari masyarakat. Manajemen berjanji akan terus melakukan pembenahan jika ditemukan ketidaksesuaian pada perangkat atau sistem di masa mendatang.

“Kami tetap akan memantau sistem dan perangkat kami supaya memberikan yang terbaik buat masyarakat. Kami selalu memonitor sistem tersebut,” pungkasnya.

Sengkarut parkir di Harbour Bay sebelumnya dikeluhkan warga karena dianggap tidak profesional. Penggunaan sistem tiket manual di jam sibuk serta minimnya pintu keluar yang dibuka pada pagi hari sering kali menjadi penyebab utama kemacetan yang merugikan efisiensi waktu konsumen.

[kang ajank nurdin]

1.500 Pekerja Terancam, Relawan MBG Batam Demo Minta Program Dilanjutkan