TERASBATAM.ID — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terus mematangkan rencana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) baru di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Selain pembentukan satuan komando utama baru, struktur organisasi Batalyon Komposit 1/Gardapati di Natuna juga resmi didefinitifkan guna memperkuat pertahanan di perbatasan Laut Natuna Utara.
Panglima Kodam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menyampaikan hal tersebut di sela-sela konferensi pers pengungkapan kasus narkotika di Tempat Penimbunan Pabean (TPP) Bea Cukai Batam, Tanjung Uncang, Batu Aji, Kota Batam, Jumat (21/8/2026).
Agus menjelaskan, pembentukan Kodam di Kepulauan Riau yang terpisah dari Kodam XIX/Tuanku Tambusai di Pekanbaru merupakan bagian dari rencana pembentukan lima Kodam baru di Indonesia. Pembentukan ini disesuaikan dengan dinamika lingkungan strategis dan Rencana Strategis (Renstra) TNI, serta ditargetkan terealisasi pada tahun ini.
“Kami sudah siap untuk pembentukan Kodam baru. Waktu dan peresmiannya tentu menunggu arahan dari pimpinan. Penyesuaian ini relevan dengan perkembangan lingkungan strategis agar jajaran komando utama dapat berkembang responsif di wilayah perbatasan,” ujar Agus.
Selain persiapan Kodam baru, penyesuaian organisasi Batalyon Komposit 1/Gardapati di Natuna yang telah beroperasi selama delapan tahun kini resmi didefinitifkan. Status definitif tersebut memperjelas struktur dan fungsi operasional satuan dalam mengamankan kawasan perbatasan.
Agus menegaskan, Batalyon Komposit 1/Gardapati merupakan satu-satunya batalyon komposit milik TNI AD di Indonesia. Satuan ini dinilai sangat krusial dalam mendukung pengamanan Laut Natuna Utara di bawah komando Kogabwilhan I melalui upaya deteksi dini dan pengamanan wilayah perbatasan.


