Berita
Beranda / Berita / Kloter Terakhir Debarkasi Batam Tiba di Tanah Air

Kloter Terakhir Debarkasi Batam Tiba di Tanah Air

Sekda Batam, Firmansyah, menyambut kedatangan Jemaah Haji Kloter 25 Debarkasi Batam di Asrama Haji Batam, Selasa (30/6/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM

TERASBATAM.ID — Proses pemulangan jemaah haji melalui Debarkasi Batam tahun 2026 memasuki fase akhir seiring tibanya 379 jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 25. Jemaah gabungan asal Kota Batam dan Provinsi Jambi tersebut mendarat setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Kedatangan kloter pamungkas ini disambut oleh Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, yang mewakili Wali Kota Batam Amsakar Achmad, di Aula Arafah I Asrama Haji Batam Centre, Selasa (30/6/2026). Dengan tibanya Kloter 25, operasional debarkasi di Embarkasi Batam hampir sepenuhnya rampung.

“Atas nama Pemerintah Kota Batam, kami mengucapkan selamat datang kembali di Tanah Air kepada seluruh jemaah haji. Semoga menjadi haji yang mabrur dan nilai-nilai yang diperoleh seperti kesabaran serta keikhlasan dapat terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Firmansyah.

Ia juga mendorong para jemaah untuk bergabung dengan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Batam sebagai wadah menjaga kemabruran pascahaji sekaligus memperkuat peran umat dalam pembangunan daerah.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Batam Muhammad Syafii menjelaskan, sebelum Kloter 25 mendarat, pihaknya telah memulangkan 24 kloter dengan total 10.516 jemaah hingga Minggu (28/6/2026). Para jemaah yang telah kembali ke daerah asal tersebut berasal dari empat provinsi, yakni Riau (4.686 jemaah), Jambi (3.092 jemaah), Kalimantan Barat (1.853 jemaah), dan Kepulauan Riau (885 jemaah).

TNI AU Gelar Simulasi “Force Down” di Batam

Kendati operasional kepulangan berjalan lancar, PPIH mencatat dinamika kesehatan jemaah selama pelaksanaan ibadah. Hingga akhir operasional, terdapat 17 jemaah asal Embarkasi Batam yang dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci. Selain itu, masih ada empat jemaah yang tertahan di Arab Saudi untuk menjalani perawatan medis intensif.

Syafii menegaskan, kondisi keempat jemaah tersebut terus dipantau secara berkala oleh tim kesehatan. Jika kondisi fisik mereka belum memungkinkan untuk dievakuasi pada kloter terakhir ini, pemerintah akan memfasilitasi kepulangan mereka menggunakan penerbangan reguler komersial setelah dinyatakan layak terbang oleh otoritas medis setempat.