TERASBATAM.ID — Polemik gagalnya keberangkatan kontingen Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ke ajang Pesparawi Nasional di Manokwari memasuki babak baru. Direktur PT Rizki Evanti Reksa Jaya (PT Rizki T&T), Vivi Evanti Hasibuan, angkat bicara dan mengakui adanya kelalaian internal dari pihak agen perjalanan. Namun, ia juga membongkar adanya keterlibatan oknum yang diduga mengelola dana pembelian tiket tidak sesuai prosedur .
Dalam konferensi pers di Batam yang digelar bersama antara LPPD Provinsi Kepri dan dihadiri oleh pihak Travel, Senin (29/6/2026), Vivi menegaskan komitmen pihaknya untuk bertanggung jawab penuh atas kerugian materiil yang dialami para peserta. Meski demikian, ia meluruskan bahwa koordinasi selama ini bukanlah kontrak kelembagaan resmi dengan LPPD, melainkan melalui oknum di lingkungan Sekretariat DPRD Kepri.
Vivi mengungkapkan bahwa proyek pengadaan tiket diperoleh melalui seorang oknum berinisial H. Ia mengaku telah menyerahkan dana sebesar Rp700 juta kepada oknum tersebut untuk mengurus penerbitan tiket, sementara LPPD Kepri tidak mengetahui proses ini .
“Dana dari LPPD sudah ditransfer penuh sesuai invoice. Setelah itu saya menjalin kerja sama dengan seorang oknum tanpa diketahui LPPD maupun panitia,” ujar Vivi .
Meskipun LPPD Kepri telah mentransfer pembayaran sekitar Rp1,016 miliar pada 7 Mei 2026, proses penerbitan tiket tidak berjalan mulus. Vivi mengakui bahwa pembayaran tiket ke maskapai tidak kunjung diselesaikan, menyebabkan tiket hanya berstatus pemesanan (booking) dan tidak valid saat peserta hendak berangkat .
Kronologi Penundaan dan Dramatisasi di Bandara
Ketua LPPD Kepri, Jumaga Nadeak, sebelumnya meminta maaf atas kelalaian yang terjadi karena terlalu mempercayakan pengadaan tiket kepada biro perjalanan . Berdasarkan kesaksian Vivi, penundaan jadwal sempat terjadi dari tanggal 24 ke 25 Juni 2026, namun komunikasi di lapangan yang buruk menyebabkan sejumlah peserta tetap mendatangi bandara pada tanggal 24 Juni dan memicu kegaduhan di media sosial .
Vivi membantah telah menelantarkan peserta. Ia mengklaim telah menyediakan hotel, transportasi, dan tiket kepulangan bagi rombongan yang gagal berangkat . Para kontingen yang sebagian besar adalah anggota Paduan Suara Wanita (PSW) ini akhirnya dipulangkan setelah gagal mendapatkan kepastian tiket lanjutan menuju Manokwari .
Vivi menegaskan bahwa LPPD Kepri tidak mengetahui kendala teknis internal yang dihadapi pihak travel . Ia menyatakan siap mengganti seluruh kerugian dan akan mengembalikan sisa dana yang belum terpakai kepada LPPD Kepri. Selain itu, Vivi juga berencana menempuh upaya hukum terhadap oknum berinisial H yang dinilai telah mencemarkan nama baik perusahaannya.
[Moza Amelia Pandiangan]


