TERASBATAM.ID — Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Kementerian Sosial (Kemensos) sepakat mengalihkan pengelolaan Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) dan Makam Pahlawan Nasional (MPN) dari Kemensos kepada Kemhan. Kesepakatan ini dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman bersama di Kantor Kemhan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menerima langsung Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam pertemuan yang membahas masa transisi pengalihan pengelolaan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Menhan Sjafrie menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial atas upaya menjaga, merawat, dan mengelola Taman Makam Pahlawan Nasional sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa.
“Kami berterima kasih kepada Kemensos yang selama ini telah merawat makam para pahlawan dengan penuh dedikasi. Ke depan, Kemhan akan melanjutkan tugas mulia ini,” ujar Sjafrie.
Dalam masa transisi, kedua menteri menyepakati pengelolaan bersama melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama. Langkah ini diambil untuk memastikan perawatan dan penghormatan terhadap makam pahlawan tidak terganggu selama proses peralihan berlangsung.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pertahanan, Sekretaris Jenderal Kemhan, Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kemhan, Kepala Biro Hubungan Dalam Negeri, serta Kepala Biro Hukum Setjen Kemhan.
Pengalihan pengelolaan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengoptimalkan perawatan makam pahlawan nasional yang tersebar di berbagai daerah. Kemhan dinilai memiliki kapasitas dan sumber daya yang sesuai untuk melanjutkan tugas pemeliharaan, mengingat keterkaitan erat antara penghormatan kepada pahlawan dengan pembinaan semangat bela negara.
Taman Makam Pahlawan Nasional dan Makam Pahlawan Nasional merupakan lokasi pemakaman bagi para tokoh yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah. Tempat ini menjadi simbol penghormatan tertinggi bangsa kepada mereka yang telah berjuang untuk kemerdekaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan pengalihan ini, Kemhan diharapkan dapat terus menjaga kehormatan dan perawatan makam para pahlawan sebagai warisan sejarah yang tak ternilai harganya.


