Berita
Beranda / Berita / Kebakaran Hutan Tembus 20 Hektare, BPBD Batam Imbau Kewaspadaan Cuaca Kering

Kebakaran Hutan Tembus 20 Hektare, BPBD Batam Imbau Kewaspadaan Cuaca Kering

MUHAMMAD FARHAN — Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batam, Muhammad Farhan. BPBD Kota Batam mencatat sedikitnya tiga insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi sepanjang Agustus 2026, termasuk kebakaran seluas 20 hektare di kawasan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Batam. (Foto: Dok. Istimewa)
TERASBATAM.ID — Kebakaran hutan dan lahan seluas kurang lebih 20 hektare melanda kawasan Tembesi hingga mendekati Hotel Harris Resort di Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (22/8/2026). Insiden yang terjadi tepat di dekat akses Jembatan I Barelang tersebut membutuhkan waktu pemadaman hingga lebih dari sembilan jam.
Api mulai membakar vegetasi kering sekitar pukul 13.00 WIB dan baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 22.30 WIB setelah memobilisasi armada serta ratusan personel gabungan lintas instansi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batam, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa kebakaran di Sagulung ini menambah deretan insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Batam sepanjang bulan ini.
“Sepanjang Agustus 2026, BPBD Kota Batam mencatat sedikitnya sudah ada tiga kejadian kebakaran hutan dan lahan yang ditangani petugas,” ujar Farhan, Minggu (23/8/2026). Selain di Tembesi, titik panas dan insiden serupa juga sempat terdeteksi di lokasi lain, seperti kawasan Kelurahan Belian.

Kebakaran Hutan 20 Hektare di Sagulung — Kepulan asap dan kobaran api melahap vegetasi kering di kawasan hutan Tembesi hingga dekat Harris Resort, Sagulung, Batam, Sabtu (22/8/2026). Kebakaran yang meluas akibat cuaca kering ini akhirnya berhasil dijinakkan oleh tim gabungan Damkar, TNI, Polri, dan BPBD pada malam hari.
(Foto: Dok. BPBD Kota Batam)

Farhan menjelaskan, skala kebakaran di Tembesi cukup masif sehingga membutuhkan kekuatan penuh dari tim gabungan yang terdiri atas Pemadam Kebakaran (PBK) Pemko Batam, PBK BP Batam, TNI AD, Kepolisian, Manggala Agni, hingga tim pengamanan kawasan lokal.
Sebanyak delapan armada penanggulangan dikerahkan ke lokasi, meliputi 1 unit PBK Pos Tembesi, 1 unit PBK Duriangkang, 1 unit PBK TNI AD, 2 unit water tank TNI AD, serta 3 unit water cannon milik Kepolisian.
“Penanganan memobilisasi puluhan personel gabungan, mulai dari 6 personel Damkar Pos Tembesi, 4 personel PBK BP Batam, 20 personel TNI AD, 15 personel Kepolisian, 1 personel Redkar Sagulung, serta dukungan 30 personel Security ABH dan 15 personel Security Harris Resort,” kata Farhan. Hingga api berhasil ditenangkan, penyebab pasti pemicu titik api masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
Menanggapi tingginya frekuensi kebakaran di musim kering saat ini, BPBD Kota Batam mengimbau masyarakat untuk mematuhi larangan pembukaan lahan dengan cara dibakar, sebagaimana diatur dalam Instruksi Kementerian Lingkungan Hidup serta Surat Edaran Wali Kota Batam. Farhan menekankan agar warga menghindari kelalaian sekecil apa pun yang berdampak fatal.
“Satu titik api dari puntung rokok yang dibuang sembarangan dalam kondisi menyala dapat dengan cepat merembet di lahan kering dan berakibat fatal. Kami terus meningkatkan pemantauan potensi kerawanan bencana ini hingga akhir Agustus,” tegas Farhan.
[kang ajank nurdin]