TERASBATAM.ID – Kapolresta Barelang Kombes Pol. Anggoro Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., mendampingi Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri, S.H., S.I.K., M.PSDM., dalam penutupan Pelatihan Kewirausahaan bagi Masyarakat Penyandang Disabilitas dan Pendamping. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Quick Wins Kapolri Poliran (Polisi Peduli Pengangguran) ini bertempat di Ballroom Lantai 12 Hotel Nagoya Hill, Lubuk Baja, Batam, pada Kamis (5/11/2026).
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., Walikota Batam Dr. H. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si., jajaran Pejabat Utama Polda Kepri, Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus, S.I.K., M.H., M.M., Kapolsek Lubuk Baja AKP Cindo Kottama, S.Tr.K., S.I.K., M.H., unsur DPRD dan Kepala Dinas Kota Batam, kepala sekolah SLB se-Kota Batam, serta sekitar 100 peserta dan pendamping pelatihan.
Kadisnaker Kota Batam Yudi Suprapto, S.H., M.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan yang berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2026 ini dilanjutkan dengan pemagangan di sejumlah perusahaan. Beberapa peserta bahkan telah berhasil memulai usaha secara mandiri.
Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi, kemampuan, dan hak yang sama untuk berkarya secara inklusif. Menurutnya, Program Poliran dirancang untuk menekan angka pengangguran yang berkaitan erat dengan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Semakin terbukanya lapangan pekerjaan dan kesempatan berusaha diharapkan dapat membantu menekan angka pengangguran serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Kapolda Kepri.
Pelatihan ini mencakup enam bidang keterampilan utama, yakni housekeeping, pangkas rambut, barista, hidroponik buah, kecantikan, dan operator komputer.
Senada dengan hal tersebut, Walikota Batam Dr. H. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si., mengapresiasi semangat para peserta dan berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui kebijakan pemberdayaan serta alternatif bantuan permodalan. Penutupan pelatihan ditandai dengan penyerahan sertifikat, pelepasan tanda peserta, serta persembahan puisi, yel-yel, dan tarian Nona Singapura dari para peserta disabilitas.


