Berita
Beranda / Berita / Hadapi Puncak Musim Hujan, Pemprov Kepri Gelar Rakor Lintas Sektor

Hadapi Puncak Musim Hujan, Pemprov Kepri Gelar Rakor Lintas Sektor

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Misni (kedua dari kiri) memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektor Kesiapsiagaan Menghadapi Puncak Musim Hujan dan Dampak Perubahan Iklim di Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (3/11/2026).

TERASBATAM.ID – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor Kesiapsiagaan Menghadapi Puncak Musim Hujan dan Dampak Perubahan Iklim di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (3/11/2026).

 

Rapat yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni tersebut dihadiri pimpinan Forkopimda Kepri, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD Pemprov Kepri, Anggota DPRD Kepri Aziz Martindas, serta Kepala BMKG Tanjungpinang Ahmad Kosasi sebagai narasumber.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kepri Aludin Andi menyampaikan bahwa rakor ini bertujuan menyatukan langkah seluruh unsur terkait dalam memperkuat koordinasi, komunikasi, dan sinergi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, gelombang tinggi, hingga cuaca ekstrem.

35 ASN Pemko Batam Ikuti Seleksi Komcad

 

Sementara itu, Sekdaprov Misni menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kerja sama lintas sektor mengingat kondisi cuaca yang kian dinamis akibat perubahan iklim.

 

“Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan komitmen, koordinasi, dan keterlibatan seluruh pihak agar setiap potensi bencana dapat diantisipasi dan ditangani dengan cepat dan tepat,” tegas Misni.

 

Disdukcapil Batam Data 22 Ribu Warga Nonpermanen

Misni membeberkan, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 948 kejadian bencana di Kepri, dengan angka tertinggi berada di Kabupaten Bintan (268 kejadian) dan Kota Tanjungpinang (238 kejadian). Angka tersebut melonjak signifikan sepanjang Januari hingga September 2026, yang mana jumlah kejadian bencana di Kepri menembus 1.231 kejadian.

 

Peningkatan grafik bencana ini membuat Pemprov Kepri menekankan tujuh langkah strategis penanggulangan, mulai dari penguatan komando lintas sektor, optimalisasi sistem peringatan dini, kesiapan logistik evakuasi, hingga pemeliharaan drainase dan kolam retensi.

 

Di sela kegiatan tersebut, Pemprov Kepri juga meresmikan Gedung Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Kepri guna memperkuat pemantauan dan pengendalian operasi bencana. Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara komitmen bersama antara Pemprov Kepri, Forkopimda, dan instansi vertikal.

Daftar Korban Penyadapan Ilegal Eks Kapolri Listyo Sigit, Sasar Presiden hingga Pengusaha