Berita
Beranda / Berita / Kapal Kargo Tenggelam di Selat Singapura, 8 Kru Selamat

Kapal Kargo Tenggelam di Selat Singapura, 8 Kru Selamat

TERASBATAM.ID — Kapal kargo berbendera Indonesia, Batam Indah 9, tenggelam di perairan perbatasan antara Batam dan Singapura setelah mengalami kebocoran lambung, Selasa (23/6/2026) pagi. Sebanyak delapan kru kapal dilaporkan selamat setelah dievakuasi melalui operasi cepat lintas negara.

Kecelakaan laut tersebut terjadi sekitar pukul 06.35 WIB. Kapal bermuatan kargo itu sebelumnya bertolak dari Singapura pada Jumat (19/6/2026) pukul 19.49 WIB menuju Batam. Namun, di tengah pelayaran, kapal mengalami kebocoran hebat pada lambung yang menyebabkan masuknya air dalam volume besar ke dalam palka hingga akhirnya kapal tenggelam.

Informasi kedaruratan ini pertama kali ditangkap oleh Penjaga Pantai (Coast Guard) Singapura, yang kemudian meneruskan laporan formal kepada otoritas keselamatan pelayaran Indonesia pada pukul 06.55 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Tanjungpinang menyatakan, setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung mengaktifkan prosedur komunikasi darurat (pre-comm dan ex-comm) pada pukul 07.00 WIB. Koordinasi taktis segera dilakukan secara simultan dengan Coast Guard Singapura, Vessel Traffic Services (VTS) Batam, dan Pos SAR Batam guna melokalisasi posisi para penyintas.

TNI AU Gelar Simulasi “Force Down” di Batam

“Upaya penyelamatan berjalan cepat berkat sistem pelaporan pelayaran yang berjalan baik. Delapan kru kapal yang sempat terombang-ambing di laut berhasil dievakuasi oleh Kapal Ayu 68, sebuah kapal niaga yang kebetulan posisinya paling dekat dengan titik tenggelamnya kapal,” ujar otoritas SAR melalui konfirmasi VTS Batam pukul 07.17 WIB.

Proses evakuasi lanjutan dilakukan pada pukul 09.12 WIB. Seluruh kru Batam Indah 9 dipindahkan dari Kapal Ayu 68 ke kapal perang TNI Angkatan Laut, KRI Mapur, yang dikerahkan ke lokasi untuk memimpin operasi penanganan pascakecelakaan.

Seluruh korban selamat selanjutnya dibawa menuju Pelabuhan Makobar, Batam. Otoritas penyelematan memastikan tidak ada korban jiwa ataupun kru yang dinyatakan hilang dalam insiden ini. Setibanya di darat, para kru langsung menjalani pemeriksaan kesehatan dan pemulihan trauma oleh tim medis sebelum dimintai keterangan lebih lanjut oleh syahbandar terkait kronologi teknis tenggelamnya kapal.

[kang ajank nurdin]

10 Unit X-Ray Perkuat Deteksi Dini TBC di Kepri