Berita
Beranda / Berita / Jejak Intelijen Pembongkar Pasokan 2,6 Ton Sabu Myanmar

Jejak Intelijen Pembongkar Pasokan 2,6 Ton Sabu Myanmar

Kolaborasi intelijen lintas negara berhasil membongkar jaringan penyelundupan 2,6 ton metamfetamin (sabu) cair asal Myanmar yang diangkut menggunakan kapal kargo MV Ocean Porter di perairan Bengkalis, Riau.
TERASBATAM.IDKolaborasi intelijen lintas negara berhasil membongkar jaringan penyelundupan 2,6 ton metamfetamin (sabu) cair asal Myanmar yang diangkut menggunakan kapal kargo MV Ocean Porter di perairan Bengkalis, Riau. Penindakan ini membuktikan kuatnya peran pertukaran data intelijen maritim internasional dalam melacak pergerakan sindikat kejahatan transnasional.
Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto membeberkan rincian operasi intersep tersebut di Tempat Penimbunan Pabean (TPP) Bea Cukai Batam, Tanjung Uncang, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (21/8/2026). Ia menegaskan, keberhasilan penyergapan bermula dari integrasi data intelijen negara-negara mitra di kawasan dengan analisis data internal BNN RI, Bea Cukai, Polda Kepri, dan TNI Angkatan Laut.
”Penindakan ini adalah hasil kolaborasi data intelijen bersama, baik dari negara-negara tetangga seperti Thailand dan Taiwan maupun hasil pendalaman serta analisis mendalam tim intelijen kita sendiri,” ujar Suyudi.

Pelacakan Anomali Rute Maritim

Peran data intelijen menjadi kunci dalam mematahkan strategi kamuflase kapal berbendera Tanzania tersebut. Berdasarkan pantauan pergerakan maritim sejak Desember 2025, kapal pengangkut bahan baku narkotika asal Myanmar ini berulang kali memanipulasi identitas secara terstruktur.
Laporan intelijen mengungkap kapal tersebut kerap mengganti nama lambung—mulai dari Hongran II, Res Win, Rainmaker, hingga MV Ocean Porter—serta memalsukan manifes pabean secara daring. Untuk menghindari deteksi otoritas laut, kapal sengaja mematikan sistem pemantau otomatis (AIS) saat menempuh rute janggal melintasi Taiwan, Filipina, Sarawak, Thailand, hingga menyusup ke Selat Malaka.
Pelacakan data intelijen juga menemukan bahwa sindikat pemasok bahan sabu cair ini terafiliasi langsung dengan jaringan penyelundupan 1,3 ton ketamin yang sebelumnya digagalkan di perairan Batam.

Pasokan Bahan Baku Cair Asal Myanmar

Hasil penggeledahan membuktikan bahwa seluruh muatan 2,6 ton bahan sabu cair murni tersebut diproduksi dan dikirim langsung dari Myanmar. Komoditas berbahaya ini dikemas ke dalam delapan drum berkapasitas masing-masing 200 liter serta satu tangki air 1.000 liter yang disembunyikan di dalam ruang rahasia kontainer berkunci las.
Selain menyita cairan sabu murni dan 1,57 juta batang rokok ilegal merek GD asal Tiongkok, aparat mengamankan 10 anak buah kapal (ABK) yang seluruhnya merupakan warga negara Myanmar, termasuk nakhoda kapal berinisial ATK. Setelah pemeriksaan intensif berdasarkan bukti-bukti intelijen lapangan, para pelaku mengakui muatan drum yang awalnya diklaim sebagai bahan bakar kapal tersebut adalah metamfetamina cair murni.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menyatakan, keberhasilan penyergapan berbasis data intelijen ini membuktikan kesiapsiagaan aparatur negara dalam menjaga kedaulatan maritim, sekaligus memastikan Indonesia tidak menjadi sasaran empuk pasokan narkotika jaringan transnasional Myanmar.